Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Haji 2026 di Mina, Fase Paling Melelahkan Usai Rekor di Muzdalifah

Haji 2026 di Mina, Fase Paling Melelahkan Usai Rekor di Muzdalifah
Jamaah haji melaksanakan lempar jumrah aqobah pada 27 Mei 2026 dini hari atau 10 Zulhijah 1447 H. Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji yang melambangkan pengusiran setan sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Intinya Sih
  • Evakuasi jemaah dari Muzdalifah pada Haji 2026 tercatat paling cepat, seluruh jemaah Indonesia sudah tiba di Mina sejak pagi berkat koordinasi petugas dan dukungan armada bus memadai.
  • Fase Mina menjadi tantangan utama karena mobilitas tinggi menuju Jamarat, dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer dan kondisi suhu tenda yang berbeda-beda bagi tiap jemaah.
  • Kantor PPIH Makkah difungsikan sebagai safe house untuk menampung jemaah yang tersasar atau kelelahan, menyediakan makanan, minuman, serta tempat istirahat sebelum diarahkan kembali ke tenda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makkah, IDN Times — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M menorehkan catatan positif dengan tuntasnya evakuasi jemaah dari Muzdalifah yang jauh lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Kini, konsentrasi beralih penuh pada fase yang paling menguras fisik, yakni mabit (bermalam) di Mina dan pelontaran jumrah di Jamarat.

1. Rekor Evakuasi Muzdalifah

Jamaah haji Indonesia bersama jamaah dari berbagai negara beristirahat di Muzdalifah, Makkah, dengan bendera Merah Putih berkibar di malam hari.
Ribuan jemaah haji Indonesia dan dari berbagai negara melakukan mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian wajib haji setelah wukuf di Arafah, sebagai persiapan menuju Mina. (Dok. MCH 2026)

Fase pergerakan dari Muzdalifah pada 10 Dzulhijjah (27 Mei 2026) berhasil dilalui dengan sangat baik. Jika pada tahun sebelumnya masih ada jemaah yang tertahan hingga siang hari, tahun ini seluruh jemaah haji Indonesia berhasil didorong ke Mina sejak pagi.

"Alhamdulillah pada tanggal 10 Dzulhijjah pagi, kita bisa men-clear-kan jemaah di Muzdalifah pada pukul 07.00 WAS. Ini lebih cepat dari tahun sebelumnya yang baru selesai pukul 07.30," jelas Kepala Daker Makkah sekaligus Kasatgas Muzdalifah, Ihsan Faisal. Ia menyebut bahwa kesuksesan ini adalah buah dari sinergi petugas, kedisiplinan jemaah, serta ketersediaan armada bus yang memadai dari otoritas Arab Saudi.

Wamenhaj yang turut memantau pergerakan juga mengapresiasi kecepatan ini. "Tahun lalu di siang hari itu masih ada di Muzdalifah. (Tahun ini) Bergerak ke Mina sangat cepat," ungkapnya.

2. Tantangan Mobilitas Tinggi di Mina

Rombongan jamaah haji berjalan menuju area Jamarat di Mina, Makkah, di bawah papan petunjuk arah berwarna hijau pada siang hari yang cerah.
Jamaah haji melakukan perjalanan menuju Jamarat di Mina, Makkah, untuk melaksanakan lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah. Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji yang melambangkan pengusiran setan sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim. (Dok. MCH 2026)

Berbeda dengan wukuf di Arafah atau mabit di Muzdalifah yang cenderung berdiam diri, fase Mina sangat krusial karena jemaah harus berjalan kaki menuju Jamarat. Jarak dari tenda ke area lontar jumrah bisa mencapai kurang lebih 3 kilometer.

Selain kelelahan fisik, Wamenhaj menyoroti fenomena unik terkait perbedaan kemampuan adaptasi suhu jemaah di dalam tenda Mina. "Di tenda jemaah itu macam-macam kebiasaannya. Ketika AC-nya maksimal, yang gak kuat dingin akhirnya keluar dari tenda. Mereka pilih tidur di luar tenda, ditaruh kasur di luar," cerita Wamenhaj dari hasil inspeksinya.

Mengingat tingginya intensitas kegiatan di Mina, Wamenhaj mengingatkan jemaah untuk rasional. "Mobilitasnya tinggi. Oleh sebab itu yang paling penting, kalau tidak sanggup, ada baiknya (lontar jumrah) dibadalkan. Jangan memaksakan diri," tegasnya.

3. Kantor PPIH Makkah Beralih Fungsi Jadi 'Safe House'

20260527_021328.jpg
Jamaah haji melaksanakan lempar jumrah aqobah pada 27 Mei 2026 dini hari atau 10 Zulhijah. Ritual ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji yang melambangkan pengusiran setan sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Jauhnya jarak tempuh dan kelelahan membuat banyak jemaah—terutama lansia—kehilangan arah saat hendak kembali ke tenda. Merespons situasi ini, Kantor Daker Makkah yang letaknya strategis di dekat area Jamarat disiagakan sebagai safe house (rumah aman) atau titik transit bagi jemaah yang tersasar maupun kelelahan.

"SOP yang kita lakukan, para jemaah diberikan makanan, minuman, dan tempat peristirahatan. Nanti kalau sudah pulih dan segar kembali, kita akan berangkatkan mereka," terang Ihsan Faisal. Jika jemaah tersebut mengikuti skema tanazul (kembali ke hotel lebih awal), petugas akan mengarahkan mereka ke hotel masing-masing. Namun, jika mereka masih dalam masa mabit, petugas siap mengantarkan mereka kembali ke tenda atau markaz-nya di Mina.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila

Related Articles

See More