Jakarta, IDN Times – Aksi protes nelayan di pesisir Mediterania, Prancis, melumpuhkan akses menuju pelabuhan Sète dan Nice serta depot minyak di Frontignan. Penutupan akses ini terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar dan semakin beratnya tekanan regulasi. Langkah tersebut diambil saat harga solar paling populer di negara itu menyentuh 2,37 euro per liter (setara Rp48,2 ribu) pada Kamis (17/9/2026), mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut langsung memicu keresahan mendalam di kalangan pelaku industri perikanan setempat. Para nelayan merasa beban operasional yang harus mereka tanggung sudah melampaui batas kemampuan harian.
“Kami benar-benar sudah cukup. Harga solar, peraturan Eropa — semuanya sudah terlalu berlebihan,” ujar Tony Dalmasso, nelayan yang ikut dalam aksi di Nice kepada AFP, dikutip France24.
