Hari ke-3 Perang Iran Lawan AS-Israel, Apa yang Terjadi?

- Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran memasuki hari ketiga, menewaskan 787 orang di Iran serta memperluas konflik hingga Lebanon dan negara Teluk lainnya.
- Kedutaan Besar AS di Riyadh diserang dua drone yang menyebabkan kebakaran kecil tanpa korban jiwa, sementara warga AS diimbau tetap berlindung.
- Presiden Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung empat minggu, dengan fokus menghancurkan kemampuan rudal dan nuklir Teheran.
Jakarta, IDN Times - Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran terus berlanjut memasuki hari ke-3. Iran pun tak tinggal diam, serangan balasan ke pangkalan militer AS di negara tetangganya masih gencar dilakukan.
Perang tiga negara ini meluas hingga ke negara lain di kawasan Teluk tersebut. Sejumlah bangunan publik, seperti bandara turut menjadi korban.
Apa saja yang terjadi selama 3 hari perang AS-Israel versus Iran? Ini rangkumannya:
1. Jumlah korban tewas di Iran jadi 787 jiwa

Pasukan Israel dan AS terus melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk serangan terhadap stasiun televisi pemerintah Iran. Sementara itu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 787 orang.
Tentara Israel juga mengintensifkan serangan udara terhadap Lebanon dan telah melancarkan serangan darat baru ke wilayah selatan negara itu.
2. Kedutaan AS di Riyadh dihantam drone

Pihak berwenang Saudi mengatakan, dua drone menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dilaporkan tak ada diplomat AS mengalami luka akibat serangan. Sementara itu, warga AS di Arab Saudi diimbau tak ke kantor kedutaan dan berlindung dalam rumah usai serangan.
3. Perang dengan Iran bisa berlangsung 4 pekan

Presiden AS Donald Trump mengatakan, kampanye militer terhadap Iran bisa berlangsung sekitar empat minggu. Ia menyatakan, Washington akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghancurkan kemampuan rudal dan nuklir Teheran.
Trump menegaskan, AS akan terus menyerang sampai Iran menyerah. Tak hanya itu, ia juga menghasut warga Iran untuk menggulingkan pemerintahan negara itu karena dianggap ini waktu yang tepat.
4. Serangan balasan Iran sasar infrastruktur energi Negara Teluk

Iran menyerang infrastruktur energi di seluruh Teluk. Hal ini menyebabkan harga minyak dan gas global melonjak tajam.
Perusahaan minyak milik negara Qatar telah menangguhkan seluruh produksi LNG setelah dua fasilitasnya terkena serangan.
Serangan juga terjadi di Aramco, perusahaan minyak milik Arab Saudi. Mereka menutup fasilitasnya setelah dihantam drone Iran.
5. Selat Hormuz ditutup

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, Selat Hormuz kini ditutup. Selat tersebut merupakan jalur yang dilalui seperlima dari konsumsi minyak dunia.
IRGC memperingatkan, kapal apa pun yang mencoba melewati jalur air tersebut akan diserang.
6. Iran terus balas serangan ke Israel

Iran terus menyerang berbagai lokasi di Israel. Militer Israel melaporkan pencegatan rudal di Yerusalem Barat, Tel Aviv, dan Eilat.
Setidaknya 10 orang tewas di Israel sejak Sabtu (28/2/2026) saat Iran membalas serangan Tel Aviv yang dilancarkan pagi harinya.
















