Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Israel, Noam Sohlberg, mengatakan bahwa hasil pemilihan umum negara tersebut akan tetap sah meskipun klaim mengenai intervensi asing terbukti benar. Pada Minggu (1/11/2026), Sohlberg menegaskan bahwa peninjauan terhadap sejumlah tuduhan akan terus dilakukan dengan keseriusan penuh.
Sebelumnya, partai Likud pimpinan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mempertanyakan hasil pemilihan usai partai-partai yang dipimpin oleh kelompok Arab meraih perolehan suara signifikan. Pihaknya melontarkan klaim tanpa bukti bahwa kelompok tersebut telah mencuri suara dan menerima pendanaan dari Qatar untuk melakukan tindakan tersebut.
Dilaporkan oleh Al Jazeera, kepolisian Israel telah membebaskan dua dari tiga aktivis politik yang ditangkap sebelum pemungutan suara pada Selasa lalu dimulai. Menurut pihak kepolisian, para aktivis tersebut kedapatan membawa amplop berisi uang tunai yang diduga akan digunakan untuk menyuap para pemilih.
Polisi menyatakan bahwa para tersangka memiliki keterkaitan dengan partai Ra’am yang dipimpin oleh kelompok Arab, yang berhasil memenangkan delapan kursi. Pemimpin partai tersebut, Mansour Abbas, mengecam penangkapan tersebut sebagai tindakan yang tidak demokratis dan merupakan upaya untuk memengaruhi hasil pemilihan umum.