Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inggris Tarik Semua Staf Diplomatik dari Iran karena Situasi Keamanan
Ilustrasi Bendera Inggris (magnific.com/gpointstudio)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris menarik seluruh staf diplomatiknya dari Teheran, Iran, akibat memburuknya situasi keamanan di wilayah tersebut. Keputusan yang diumumkan pada Kamis (23/7/2026) ini dipicu oleh ketegangan yang terus meningkat antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski seluruh personel telah dievakuasi, pemerintah Inggris memastikan Kedutaan Besar Inggris tetap beroperasi secara jarak jauh. Pemerintah Inggris juga mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran.

1. Penarikan staf diplomatik Inggris sebagai langkah pencegahan

ilustrasi bendera inggris

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan penarikan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan demi keselamatan personel. Namun, pemerintah tidak membeberkan jumlah diplomat yang dievakuasi.

Sebelum pemulangan ini, Inggris telah mengurangi jumlah staf kedutaannya secara bertahap. Langkah serupa juga diambil oleh sejumlah negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut.

"Demi alasan keamanan, kami mengambil tindakan pencegahan dengan menarik sementara staf Inggris dari Iran. Kedutaan kami tetap beroperasi secara jarak jauh," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, dikutip dari Anadolu Agency.

Kementerian Luar Negeri Inggris juga mengingatkan warga negaranya di Iran untuk mempertimbangkan keberadaan mereka di sana karena adanya risiko penangkapan dan penahanan.

2. Eskalasi ketegangan dan serangan militer AS di Iran

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Penarikan staf diplomatik ini berlangsung di tengah konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam beberapa hari terakhir, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer di wilayah Iran.

Pemerintah AS menyatakan operasi militer tersebut bertujuan melindungi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Di sisi lain, pemerintah Iran mengecam serangan tersebut dan mengancam akan membalas setiap tindakan yang mengancam wilayahnya.

"Mulai dari sekarang, setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz, baik dengan rudal, roket, drone, maupun senjata lain, AS akan mengebom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik," kata Presiden AS, Donald Trump.

3. Ancaman balasan Iran terhadap agresi militer

ilustrasi bendera Iran (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Pemerintah Iran menegaskan siap membela diri jika wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah negara di kawasan juga meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi dampak konflik, termasuk gangguan terhadap jalur perdagangan dan keamanan regional.

"Setiap agresi terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memicu tanggapan yang tegas dan kuat," ujar Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article