Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Irak Bersih-Bersih Koruptor, Puluhan Pejabat Tinggi Langsung Ditangkap

Irak Bersih-Bersih Koruptor, Puluhan Pejabat Tinggi Langsung Ditangkap
ilustrasi pelaku kejahatan tertangkap polisi (pexels.com/Kindel Media)
Intinya Sih
  • Pemerintah Irak melancarkan operasi antikorupsi besar yang dipimpin PM Ali al-Zaidi, menangkap puluhan pejabat tinggi dan menyita aset mewah di berbagai wilayah termasuk Zona Hijau Baghdad.
  • Operasi ini juga menarget jalur pendanaan faksi bersenjata serta penyelundupan dolar dan minyak Iran, bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Baghdad.
  • Pengakuan eks Wakil Menteri Minyak Adnan al-Jumaili membuka jaringan korupsi luas, memicu penyitaan aset miliaran dan penerbitan daftar buron untuk diekstradisi melalui Interpol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Irak menggelar operasi antikorupsi besar-besaran yang berujung pada penangkapan puluhan pejabat tinggi negara. Langkah yang digagas Perdana Menteri (PM) Ali al-Zaidi ini dilakukan menjelang rencana kunjungan dinasnya ke Washington, Amerika Serikat (AS), bulan depan. Operasi tersebut ditujukan untuk menunjukkan komitmen pemerintahan baru Irak dalam memberantas korupsi sekaligus memperkuat kendali negara atas kepemilikan senjata.

Dilansir The Hindu, operasi yang dijalankan oleh Dinas Kontra Terorisme bersama Unit Operasi Khusus ini dimulai sejak Minggu (28/6/2026) dengan menggerebek Zona Hijau Baghdad. Kawasan dengan pengamanan ketat tersebut merupakan lokasi Kedutaan Besar AS, misi diplomatik, pusat pemerintahan, serta hunian pejabat tinggi. Wilayah operasi kemudian diperluas hingga ke Provinsi Wasit, Kirkuk, dan Anbar pada Senin (29/6/2026).

1. Anggota parlemen hingga kerabat eks PM ditahan

ilustrasi mobil polisi
ilustrasi mobil polisi (pexels.com/Eric Mclean)

Sejauh ini, sedikitnya 53 politisi, anggota parlemen aktif, dan mantan pejabat pemerintah telah ditahan, dengan perkiraan jumlah tersangka yang akan diproses hukum mencapai lebih dari 100 orang. Otoritas Irak baru merilis 15 nama demi kelancaran investigasi dan mencegah tersangka lain kabur ke luar negeri.

Dilansir The New Arab, daftar tokoh yang ditangkap mencakup Muthanna al-Samarrai dan Mohammed al-Karbouli (Aliansi Azm), Ziyad al-Janabi (mantan ketua Komite Integritas parlemen), serta Bahaa al-Nouri dari Reconstruction and Development Coalition pimpinan mantan PM Mohammed Shia al-Sudani. Selain itu, aparat juga menahan anggota parlemen Alia Nassif, mantan Gubernur Wasit Mohammed Jameel al-Mayahi, Wakil Menteri Minyak Ali Maarij yang berada di bawah sanksi AS, hingga saudara kandung dan mantan kepala kantor eks PM al-Sudani. Dalam rangkaian penggerebekan ini, petugas menyita aset mewah, emas, serta uang tunai senilai miliaran dinar Irak dan jutaan dolar AS.

2. Aparat incar jalur pendanaan faksi bersenjata

ilustrasi suap
ilustrasi suap (pexels.com/Karola G)

Seorang pejabat keamanan menyatakan kepada AFP bahwa selain karena kasus suap dan korupsi, operasi ini merupakan bagian dari kampanye besar untuk memutus jalur pendanaan faksi-faksi bersenjata, serta jaringan penyelundupan dolar dan minyak Iran. Momentum penggerebekan ini juga bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, ke Baghdad.

Irak sendiri sekian lama berada di tengah pusaran pengaruh dua sekutunya, yaitu Iran dan AS. PM Zaidi, yang naik takhta dengan restu AS, sangat berharap operasi ini bisa menarik investasi Washington demi memulihkan ekonomi negara yang terpukul akibat hilangnya pendapatan ekspor minyak selama perang West Asia.

3. Nyanyian eks wakil menteri jadi kunci utama

ilustrasi bendera Irak
ilustrasi bendera Irak (pexels.com/Engin Akyurt)

Penyelidikan masif ini berkembang setelah adanya pengakuan dari mantan Wakil PM Minyak, Adnan al-Jumaili, yang sudah ditangkap lebih awal. Dalam pemeriksaannya, al-Jumaili bernyanyi dan menyeret banyak figur publik yang ia danai saat kampanye Pemilu Parlemen November 2025 lalu. Pada awal bulan ini, otoritas Irak bahkan telah menyita aset lebih dari 85 juta dolar AS (setara Rp1,4 triliun) terkait kasus al-Jumaili tersebut.

Kini, Pemerintah Irak tengah menyiapkan daftar buron untuk diserahkan ke Interpol guna mengekstradisi tersangka yang kabur ke luar negeri, termasuk berkoordinasi dengan Wilayah Kurdistan untuk menyerahkan tiga anggota parlemen yang melarikan diri ke sana. PM Zaidi menegaskan operasi ini baru permulaan dan mendapatkan dukungan penuh dari tokoh agama serta masyarakat sipil Irak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More