Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Ancam Gempur Fasilitas Energi di Negara Teluk jika AS Menyerang
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)
  • Pejabat anonim Teluk menyebut Iran mengancam menyerang infrastruktur energi Arab Saudi, UAE, Qatar, Bahrain, dan Kuwait jika AS menggempur pembangkit listrik Iran.
  • Ancaman muncul setelah Donald Trump menyatakan akan menyerang pembangkit listrik serta infrastruktur publik Iran bila Teheran menolak melanjutkan negosiasi dengan AS.
  • Trump kemudian mengklaim membatalkan serangan lanjutan atas permintaan Iran dan negara-negara Teluk, meski sebelumnya menyebut operasi itu berpotensi menjadi yang terbesar sejak Perang Dunia II.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Iran dikabarkan akan menyerang fasilitas energi di negara Teluk jika Amerika Serikat (AS) menyerang pembangkit listrik yang ada di wilayahnya. Kabar itu disampaikan oleh seorang pejabat anonim dari negara Teluk pada Kamis (6/8/2026). 

Menurut pejabat tersebut, negara Teluk yang dimaksud merujuk pada Arab Saudi, Uni Arab Emirat (UAE), Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Ia menyebut Teheran akan menyerang infrastruktur energi di negara tersebut satu per satu jika AS menyerang pembangkit listrik milik mereka. Sebab, Arab Saudi hingga Kuwait merupakan sekutu AS. Ada banyak markas militer Washington di sana yang selama ini dipakai untuk menggempur Teheran. 

"Iran mengancam akan melakukan pemadaman listrik di negara-negara Teluk satu per satu jika Trump menyerang pembangkit listriknya," kata seorang pejabat Teluk kepada AFP, seperti dikutip The New Arab. Pejabat lain yang ada di Kawasan Teluk juga membenarkan kabar tersebut. 

1. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur publik Iran

potret Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr milik Iran (flickr.com/IAEA via commons.wikimedia.org/IAEA)

Kabar tersebut mencuat usai Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur publik milik Iran pada pekan lalu. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan serangan itu akan dilakukan jika Iran enggan melanjutkan negosiasi dengan AS. 

Namun, Trump akhirnya membatalkan serangan lanjutan ke Iran. Sebab, Trump mengklaim telah diminta oleh Iran untuk jangan melakukan serangan. Ia juga mengklaim telah diminta oleh negara Teluk, seperti Arab Saudi, Qatar, dan UAE untuk mengutamakan jalur negosiasi agar konflik dengan Iran bisa segera usai. 

"Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju, demi kepentingan dunia di masa depan dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan," kata Trump dilansir Jerusalem Post.

2. Trump mengklaim serangan lanjutan ke Iran akan jadi yang terbesar sejak Perang Dunia II

ilustrasi Perang Dunia II (unsplash.com/Suzy Brooks)

Trump mengatakan, Iran beruntung karena dirinya bersedia menahan serangan lanjutan terhadap mereka. Sebab, menurut Trump, jika AS benar-benar menggempur pembangkit listrik milik Iran, itu akan menjadi serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

“Tadinya, ini (serangan ke pembangkit listrik dan infrastruktur publik Iran) akan menjadi serangan besar-besaran. Ini akan menjadi serangan yang, sejauh ini, merupakan serangan terbesar sejak Perang Dunia II,” kata Trump di atas Pesawat Air Force One pada Minggu (2/8/2026) dilansir The Independent

3. Trump sering mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur publik Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/United States Department of Homeland Security via commons.wikimedia.org/United States Department of Homeland Security)

Trump sendiri memang sering mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur publik milik Iran. Sebab, menurutnya, serangan itu bisa membuat kekuatan dasar Iran hancur sehingga tidak bisa melakukan serangan balasan terhadap AS.

Pada pertengahan Juli lalu, Trump juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan yang ada di Iran. Trump mengatakan, serangan tersebut akan dilakukan jika Iran terus mengganggu pelayaran kapal di Selat Hormuz. 

Namun, ancaman itu akhirnya berlalu begitu saja. Sebab, pada kenyataannya, Negeri Paman Sam tidak jadi menyerang pembangkit listrik dan jembatan yang ada di Iran. Padahal, Teheran sudah bersiap melakukan serangan balasan jika AS menyerang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article