Jakarta, IDN Times – Iran diperkirakan akan menerima pengiriman pertama sistem pertahanan udara genggam buatan China dalam beberapa pekan ke depan untuk membangun kembali kemampuan pertahanan jarak pendeknya. Berdasarkan laporan Japan Times, kontrak senilai 60-70 juta dolar AS (setara sekitar Rp1,08 triliun hingga Rp1,26 triliun) mencakup 300-400 unit sistem pertahanan udara portabel (MANPADS), termasuk rudal QW-12 dan FN-16.
Pengadaan itu menjadi salah satu langkah terbesar yang diketahui untuk memperkuat perlindungan lokasi militer dan infrastruktur strategis setelah berbulan-bulan pertempuran memperlihatkan kelemahan sistem pertahanan Iran terhadap pesawat canggih dan senjata berpemandu presisi. MANPADS dirancang untuk menghadapi pesawat yang terbang rendah, helikopter, dan pesawat tanpa awak (drone), sementara New York Post yang mengutip Reuters menyebut mobilitas sistem tersebut memungkinkan tim kecil menempatkan serta memindahkannya dengan cepat di sekitar lokasi sensitif.
Pengiriman ini berlangsung di tengah ketidakpastian situasi militer di kawasan, sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan penangguhan serangan udara pada pekan lalu. Trump juga memperingatkan operasi dapat kembali dilakukan apabila perundingan gagal memenuhi seluruh tuntutan AS dalam konflik lima bulan yang secara teori berada dalam status gencatan senjata sejak April.
