Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS dan Arab Saudi Serang Markas Proksi Iran di Irak

AS dan Arab Saudi Serang Markas Proksi Iran di Irak
Kota Baghdad Irak (unsplash.com/Tatiana Mokhova)
Intinya Sih
  • AS dan Arab Saudi menyerang fasilitas logistik serta gudang senjata PMF pro-Iran di Irak timur, setelah lebih dari 30 serangan drone menargetkan aset AS dan infrastruktur energi Saudi.
  • PMF mengonfirmasi serangan di Basra dan wilayah lain menewaskan delapan anggota serta melukai empat orang; kelompok itu menyebutnya pelanggaran kedaulatan Irak.
  • Irak menyelidiki serangan drone ke Saudi, sementara Riyadh untuk pertama kalinya mengklaim serangan di Irak dan menyebutnya sebagai langkah mempertahankan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan terhadap kelompok milisi pro-Iran di Irak pada Rabu (29/7/2026). Serangan presisi tersebut menyasar sejumlah fasilitas logistik dan gudang senjata milik Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di wilayah timur Irak.

Operasi militer digelar setelah milisi yang didukung Garda Revolusi Iran (IRGC) tersebut meluncurkan puluhan drone ke fasilitas minyak Saudi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, militer AS juga berhasil mencegat serangan rudal dari Iran yang mengarah ke pangkalan militer AS di Timur Tengah.

1. AS-Saudi balas serangan milisi pro-Iran di Irak

ilustrasi serangan drone Shahed-136 buatan Iran
ilustrasi serangan drone Shahed-136 buatan Iran (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Serangan jet tempur AS dan Arab Saudi menghantam berbagai sasaran milisi di Irak timur pada Rabu dini hari. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi ini merupakan respons tegas atas lebih dari 30 serangan drone dalam 72 jam terakhir.

Kelompok milisi bentukan Iran dituduh mengarahkan serangan drone ke pangkalan militer AS serta infrastruktur energi Saudi. Fasilitas minyak di Provinsi Timur dan Riyadh menjadi sasaran utama drone yang diluncurkan dari wilayah Irak.

PMF mengonfirmasi markas mereka di Basra dan beberapa wilayah lain terkena hantaman bom. Total delapan anggota PMF dilaporkan tewas dan empat lainnya luka-luka akibat serangan udara tersebut.

“Pasukan militer AS dan Arab Saudi melancarkan serangan presisi terhadap teroris yang diarahkan Garda Revolusi Iran,” ujar CENTCOM, komando militer AS di Timur Tengah, dilansir Anadolu Agency.

2. PMF kecam serangan AS-Saudi

ilustrasi bendera Irak
ilustrasi bendera Irak (unsplash.com/engin akyurt)

PMF dibentuk pada 2014 untuk melawan ISIS dan resmi masuk ke dalam struktur keamanan negara Irak pada 2016. Meski berstatus lembaga resmi, sejumlah faksi di dalamnya memiliki hubungan erat dengan Iran dan kerap menyerang aset AS.

Kelompok milisi tersebut mengecam aksi pengeboman gabungan yang dilancarkan oleh pasukan AS dan Arab Saudi. Mereka menilai serangan udara tersebut sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan institusi keamanan Irak.

"Kami menganggap penargetan ini sebagai eskalasi yang sangat berbahaya dan serangan terhadap lembaga keamanan resmi," kata PMF, kelompok payung milisi pro-Iran di Irak, dilansir CNN.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi langsung memerintahkan lembaga keamanan untuk menginvestigasi serangan drone ke Saudi. Militer Irak menegaskan komitmennya untuk mencegah wilayah mereka digunakan untuk menyerang negara tetangga.

3. Pertama kali Arab Saudi klaim serangan ke Irak

ilustrasi bendera Arab Saudi
ilustrasi bendera Arab Saudi (unsplash.com/ Akhilesh Sharma)

Keikutsertaan Arab Saudi dalam serangan di wilayah Irak menjadi momen penting dalam konflik di Timur Tengah. Ini menjadi kali pertama Riyadh mengklaim bertanggung jawab atas serangan militer di Irak sejak perang AS dan Iran berkecamuk.

Kementerian Pertahanan Saudi menegaskan bahwa tindakan militer ini diambil sebagai bentuk hak mempertahankan diri. Pemerintah Saudi menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik, tetapi siap merespons setiap bentuk agresi yang mengancam wilayahnya.

Beberapa jam sebelum serangan udara digelar, pertahanan udara AS berhasil menangkis serangan rudal balistik dari Iran. Rudal-rudal Iran tersebut diluncurkan sebagai serangan kejutan yang mengincar pangkalan militer AS di Yordania.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More