Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebocoran Gas Amonia di Pabrik India, 7 Pekerja Tewas

Kebocoran Gas Amonia di Pabrik India, 7 Pekerja Tewas
Bendera India (unsplash.com/Girish Dalvi)
Intinya Sih
  • Kebocoran gas amonia di pabrik pengolahan makanan laut Tamil Nadu menewaskan tujuh pekerja dan membuat puluhan lainnya sesak napas akibat paparan gas dari sistem pendingin pabrik.
  • Penyelidikan awal menunjukkan kebocoran berasal dari mesin pendingin berbahan amonia untuk penyimpanan udang, dengan kadar gas mencapai 300 ppm yang membahayakan kesehatan manusia.
  • NDRF mengevakuasi ratusan pekerja ke tempat aman, sementara pemerintah Tamil Nadu memberikan kompensasi dan menanggung seluruh biaya perawatan korban di rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kebocoran gas amonia terjadi di sebuah pabrik pengolahan makanan laut untuk ekspor di Distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India, pada Minggu (21/6/2026). Peristiwa ini mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami gangguan pernapasan.

Insiden terjadi di bagian sistem pendingin pabrik. Gas amonia yang bocor menyebar hingga ke asrama pekerja yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebocoran. Petugas segera mengevakuasi para korban dan memberi pertolongan medis darurat.

1. Puluhan pekerja dirawat, sebagian dalam kondisi kritis

Sebanyak 67 pekerja dilarikan ke rumah sakit setelah menghirup gas amonia. Sebagian besar korban adalah pekerja perempuan pendatang berusia sekitar 24–25 tahun. Mereka berasal dari Negara Bagian Assam, Odisha, dan Jharkhand.

Beberapa korban mengalami susah bernapas sehingga harus dibantu ventilator. Sembilan pasien yang paling kritis dirujuk ke Stanley Medical College Hospital di Chennai untuk perawatan lebih lanjut.

Seorang dokter senior di rumah sakit swasta yang merawat korban menjelaskan bahwa banyak pasien membutuhkan bantuan napas intensif.

“Kami menerima 44 pasien, 43 perempuan muda dan satu laki-laki. Sekitar 15 sampai 16 pasien sudah dipasangi selang bantu napas dan 11 orang menggunakan ventilator,” kata dokter, dilansir Telegraph India.

Tim medis menyampaikan bahwa sebagian besar pasien berangsur stabil. Meski begitu, beberapa orang masih diawasi ketat karena tekanan darah mereka rendah.

2. Kebocoran diduga berasal dari sistem pendingin penyimpanan udang

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kebocoran datang dari mesin pendingin bertenaga amonia. Mesin itu dipakai untuk menjaga kesegaran hasil laut yang akan diekspor. Gas kemudian menyebar ke asrama pekerja yang berjarak sekitar 50 meter dari bangunan pabrik.

Petugas menduga ada kerusakan pada katup atau pipa penyalur amonia. Saat kejadian, kadar amonia di udara tercatat sekitar 300 ppm. Angka itu sudah masuk tingkat yang membahayakan kesehatan manusia.

Polisi sudah mulai menyelidiki perkara ini dan memeriksa dua pemilik perusahaan. Tim investigasi gabungan dari otoritas keselamatan kerja dan dewan pengendalian polusi juga diturunkan untuk mencari tahu penyebab pasti kebocoran.

“Hasil pemeriksaan awal, bahan pendingin untuk menyimpan udang mulai bocor pagi tadi,” ujar Menteri Teknologi Informasi Tamil Nadu, R. Kumar, dikutip dari Hindustan Times.

3. NDRF evakuasi pekerja, pemerintah salurkan kompensasi

Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) mengirim 30 personel dari Batalyon Keempat Arakkonam untuk menangani keadaan darurat. Tim bekerja dengan pakaian pelindung khusus dan alat pendeteksi gas selama mengevakuasi korban.

Sekitar 130 pekerja yang selamat dipindahkan ke tempat penampungan sementara di gedung pernikahan terdekat. Di sana mereka menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pemerintah Tamil Nadu mengumumkan pemberian bantuan sebesar 200 ribu rupee India (Rp37,73 juta) kepada setiap keluarga korban meninggal. Seluruh biaya perawatan para korban di rumah sakit juga akan ditanggung oleh pemerintah.

Mantan pemimpin partai BJP, K. Annamalai, ikut menyampaikan duka cita. Ia juga mendorong pengawasan keselamatan kerja yang lebih ketat di industri pengguna bahan kimia berbahaya.

“Saya sangat sedih mendengar berita tujuh nyawa hilang akibat kebocoran gas amonia di pabrik dekat Periyapalayam, distrik Thiruvallur,” ucapnya, dikutip ANI News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More