Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella memperkirakan kerugian ekonomi awal akibat gempa bumi bermagnitudo 7,4 mencapai 30 triliun peso (sekitar Rp170 triliun). Bencana yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026 ini menjadi gempa terkuat di negara tersebut dalam setengah abad terakhir.
De la Espriella menjelaskan bahwa angka estimasi tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan setelah pendataan di seluruh wilayah selesai. Pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan perekonomian sembari menyalurkan bantuan darurat bagi para korban bencana.
