Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel Catat Rekor Suhu Tertinggi, Tembus 42,5 Derajat Celsius
Bendera Korea Selatan (Korsel) (pexels.com/byunghyun lee)
  • Yangsan mencatat suhu 42,5 derajat Celsius pada 2 Agustus 2026, rekor tertinggi Korea Selatan sejak pencatatan modern dimulai 1904, setelah lima hari suhu melampaui 40 derajat Celsius.
  • Gelombang panas memicu 1.871 kasus penyakit terkait panas dan 13 kematian hingga 31 Juli, serta membatalkan atau menunda pertandingan bisbol demi keselamatan pemain dan penonton.
  • KMA memprediksi panas ekstrem berlanjut sepekan, dengan suhu maksimum 32–37 derajat Celsius; fenomena ini dipicu dua sistem tekanan tinggi, kondisi geografis Yangsan, dan monsun di bawah rata-rata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times Korea Selatan (Korsel) mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah setelah suhu di Kota Yangsan, mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu (2/8/2026). Menurut Badan Meteorologi Korea (KMA), angka tersebut menjadi rekor tertinggi sejak pencatatan cuaca modern dimulai pada 1904.

Yangsan menjadi pusat gelombang panas yang sedang melanda Korsel. Suhu di kota tersebut telah melampaui 40 derajat Celsius selama lima hari berturut-turut, sementara sejumlah kota lainnya, seperti Daegu dan Busan, juga mencatat suhu mendekati 40 derajat Celsius, dilansir CNA.

Otoritas cuaca setempat memperingatkan masyarakat untuk segera menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak. KMA mengingatkan bahwa ruangan tanpa pendingin udara dapat membahayakan kesehatan. Pihaknya mengimbau warga agar segera pindah ke tempat yang sejuk dan tetap terhidrasi saat beristirahat.

Akibat suhu yang menyengat, banyak warga memilih berlindung di pusat perbelanjaan atau kafe berpendingin udara. Seorang warga Seoul, Ju Dong-yeol, mengatakan bahwa dirinya bersama kedua orang tuanya menghabiskan waktu di sebuah gerai Starbucks karena cuaca terlalu panas untuk beraktivitas di luar.

1. Gelombang panas picu korban jiwa dan gangguan aktivitas

ilustrasi bendera Korsel (pexels.com/준섭 윤)

Gelombang panas berkepanjangan terus menimbulkan korban dan mengganggu berbagai aktivitas di Korsel. Berdasarkan data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), tercatat 1.871 kasus penyakit akibat panas sejak 15 Mei hingga 31 Juli, termasuk 13 kematian, dikutip dari The Korea Times.

Sementara itu, liga bisbol profesional Korsel membatalkan pertandingan di Changwon setelah suhu di kota tersebut mencapai 39,5 derajat Celsius. Pembatalan tersebut menjadi yang kedua secara berturut-turut di kota tersebut. Organisasi Bisbol Korea (KBO) menyatakan keputusan itu diambil dengan menempatkan keselamatan dan kesehatan penonton serta pemain sebagai prioritas utama.

Tak hanya itu, pertandingan di Busan juga dibatalkan pada Sabtu. Pertandingan itu dijadwalkan ulang pada Minggu dan diundur selama 30 menit menjadi pukul 18.30 waktu setempat untuk menghindari puncak suhu panas.

Lebih dari 20 wilayah berada di bawah status peringatan darurat gelombang panas pada Minggu. Peringatan itu dikeluarkan ketika suhu yang dirasakan diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual menyentuh 39 derajat Celsius.

2. Kombinasi tekanan udara dan kondisi geografis picu suhu ekstrem

ilustrasi cuaca panas (unsplash.com/J Shim)

KMA menjelaskan bahwa gelombang panas kali ini dipicu oleh kombinasi dua sistem tekanan udara tinggi yang saling tumpang tindih di atas Semenanjung Korea. Sistem Tekanan Tinggi Pasifik Utara membawa udara panas dan lembap, sementara Tekanan Tinggi Tibet memperkuat pemanasan atmosfer dengan menciptakan langit cerah dan paparan sinar matahari yang intens.

Kondisi geografis Yangsan juga memperburuk situasi. Kota tersebut dikelilingi pegunungan sehingga membentuk cekungan yang memerangkap panas dan membatasi sirkulasi udara, sehingga menyebabkan suhu meningkat hingga mencetak rekor baru. Curah hujan musim monsun yang di bawah rata-rata juga membuat kondisi semakin kering dan memperparah gelombang panas.

Mengutip The Guardian, para ilmuwan mengingatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat kejadian cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi semakin sering dan lebih intens. Fenomena El Niño, yang kembali terjadi tahun ini, turut memperkuat kondisi tersebut dengan meningkatkan suhu permukaan Samudra Pasifik.

3. Suhu tinggi diperkirakan bertahan hingga sepekan ke depan

ilustrasi pengukuran suhu (unsplash.com/Immo Wegmann)

KMA memperkirakan suhu panas ekstrem masih akan berlanjut sepanjang pekan ini dengan suhu siang hari di sejumlah wilayah yang dapat mencapai 38 derajat Celsius. Badan cuaca itu mengatakan bahwa sebagian besar wilayah Korsel akan mengalami indeks panas yang diperkirakan melampaui 33 derajat Celsius di sebagian besar wilayah dan mencapai 35 derajat Celsius di daerah pedalaman.

Di bawah pengaruh Tekanan Tinggi Pasifik Utara, langit diperkirakan tetap cerah sepanjang pekan. Suhu minimum harian diperkirakan berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum mencapai 32 hingga 37 derajat Celsius, atau sekitar 3 hingga 4 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata musiman.

Data KMA juga menunjukkan bahwa rata-rata jumlah hari gelombang panas tahunan di Negeri Ginseng itu telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari dalam lima tahun terakhir. Gelombang panas didefinisikan sebagai hari ketika suhu maksimum mencapai sedikitnya 33 derajat Celsius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article