Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kyrgyzstan Tuntut Rusia di Pengadilan UEE Terkait Imigran

ilustrasi bendera Kyrgyzstan (twitter.com/KyrgyzMissionUN)
ilustrasi bendera Kyrgyzstan (twitter.com/KyrgyzMissionUN)
Intinya sih...
  • Kyrgyzstan menuntut Rusia di Pengadilan UEE terkait asuransi kesehatan migran
  • Desakan agar Rusia memberikan asuransi kesehatan kepada keluarga migran Kyrgyzstan
  • Migran Kyrgyzstan masuk salah satu pendiri bisnis terbanyak di Rusia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kyrgyzstan menuntut Rusia di Pengadilan Uni Ekonomi Eurasia (UEE). Negara Asia Tengah itu menuding Rusia melakukan pelanggaran terhadap hak memberikan asuransi kesehatan kepada imigran.  

“Kyrgyzstan sudah mengajukan gugatan terhadap Rusia di Pengadilan UEE. Keputusan ini diperkirakan akan diputuskan pada dua pekan ke depan,” ungkap Kepala Dana Asuransi Kesehatan Kyrgyzstan, Azamat Mukanov, dikutip dari The Moscow Times, Rabu (28/1/2026). 

Beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia dan Kyrgyzstan sempat memanas terkait perlakuan imigran di Rusia. Tak sedikit warga Kyrgyzstan yang diduga diterjunkan membantu Rusia dalam perang di Ukraina. 

1. Desak Rusia memberikan asuransi kesehatan kepada keluarga imigran Kyrgyzstan

Mukanov mengungkapkan bahwa Rusia sudah melakukan pelanggaran Pasal 96 dan 97 UU Kesepakatan Keamanan Sosial UEE. Moskow tidak memberikan jaminan perlindungan sosial kepada keluarga imigran asal Kyrgyzstan. 

Gugatan ini untuk memberikan perlindungan bagi seluruh anggota keluarga pekerja migran asal Kyrgyzstan di Rusia. Selain itu, jaminan perlindungan sosial itu harus sama seperti yang diberikan kepada warga negara Rusia. 

Persidangan ini akan digelar di Pengadilan UEE di Minsk, Belarus. Sementara, pengadilan ini terdiri dari hakim dari berbagai negara anggota UEE, termasuk Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. 

2. Imigran Kyrgyzstan masuk salah satu pendiri bisnis terbanyak di Rusia

Pada 2025, imigran Kyrgyzstan menjadi salah satu dari tiga besar warga asing yang mendirikan bisnis di Rusia. Temuan ini menunjukkan bahwa imigran Kyrgyzstan ikut berpengaruh dalam membangun ekonomi Rusia. 

“Pada tahun lalu, terdapat 8.932 warga asing yang mendirikan bisnis di Federasi Rusia. Totalnya, terdapat 66.202 perusahaan yang melibatkan partisipasi asing yang kini beroperasi di Rusia,” tutur Rusprofile, dilansir 24Kg News.

Sementara itu, di atas Kyrgyzstan terdapat pengusaha asal China dan Belarus yang mendirikan bisnis di Rusia. Mereka mengisi perusahaan Barat yang meninggalkan Rusia imbas perang di Ukraina.  

3. Putin mengadakan kunjungan ke Kyrgyzstan

Pada November, Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah mengadakan kunjungan ke Kyrgyzstan. Lawatan ini penting untuk meningkatkan kerja sama strategis dan mempererat hubungan diplomatik Rusia dan Kyrgyzstan. 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Kyrgyzstan, Sadyr Japarov menyebut bahwa Rusia adalah sekutu strategis negaranya. Ia pun menilai kepemimpinan Putin di Rusia sangat tangguh dan mampu beradaptasi di tengah dinamik geopolitik dan situasi ekonomi yang sulit. 

Keduanya juga mengungkapkan peningkatan investasi Rusia di Kyrgyzstan. Putin menyebut sudah ada 1.700 perusahaan Rusia yang beroperasi di negara Asia Tengah tersebut dan meningkat 3 kali lipat dalam beberapa tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Kasus Guru SMP Pamer Alat Kelamin ke Siswa Kelas 7: Korban Jangan Dikucilkan

29 Jan 2026, 11:18 WIBNews