Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berkah Porter Stasiun Gambir Jelang Lebaran, Raup Rp400 Ribu per Sif

Berkah Porter Stasiun Gambir Jelang Lebaran, Raup Rp400 Ribu per Sif
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
  • Musim mudik Lebaran membuat Stasiun Gambir dipadati lebih dari 18 ribu penumpang per hari, meningkatkan permintaan jasa porter baik secara manual maupun lewat aplikasi e-porter.
  • Pendapatan porter naik signifikan hingga dua kali lipat saat Lebaran, mencapai Rp300–400 ribu per sif berkat lonjakan order dan sistem pembagian kerja yang lebih merata melalui e-porter.
  • KAI mencatat volume keberangkatan tinggi di Daop 1 Jakarta dengan 52.278 penumpang pada 18 Maret 2026, sementara tiket KA Jarak Jauh terjual hingga 743 ribu kursi atau okupansi 69 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Musim mudik Lebaran tak hanya jadi momen pulang kampung bagi jutaan orang, tapi juga membawa berkah tersendiri bagi para porter di Stasiun Gambir. Di tengah padatnya arus penumpang, para porter kebanjiran order, baik yang datang langsung maupun lewat aplikasi e-porter.

Kepala Porter Stasiun Gambir Achmad mengungkapkan peningkatan aktivitas ini berdampak langsung pada penghasilan para porter. Jika di hari biasa pendapatan cenderung stabil, saat musim mudik nilainya bisa melonjak signifikan.

1. Lonjakan penumpang, order porter ikut meroket

IMG_20260318_132307.jpg
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Achmad menyebut peningkatan jumlah penumpang terkait arus mudik di Stasiun Gambir terjadi mulai 16 hingga 18 Maret, dengan jumlah penumpang mencapai lebih dari 18 ribu orang per hari. Tingginya mobilitas ini otomatis membuat kebutuhan jasa porter ikut meningkat.

Meski kini sudah ada sistem pemesanan online, layanan manual tetap tersedia. Penumpang yang baru tiba di stasiun tetap bisa langsung menggunakan jasa porter tanpa harus memesan lewat aplikasi.

“Kalau ada yang pesan manual, misal baru datang langsung pesan, tetap dilayani,” kata Achmad saat ditemui IDN Times di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

Sistem e-porter disebut membantu pembagian order menjadi lebih merata, mirip dengan layanan transportasi online. Porter yang tersedia akan menerima order secara bergiliran, sehingga meminimalkan perebutan pelanggan.

2. Penghasilan naik dua kali lipat

IMG-20260318-WA0039.jpg
Kepala Porter Stasiun Gambir, Achmad saat ditemui di lokasi, Rabu (18/4/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Di balik padatnya aktivitas, ada kabar baik untuk para porter. Achmad mengungkapkan, pendapatan mereka selama musim mudik bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Biasanya, dalam satu giliran kerja atau sif, porter bisa mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp200 ribu. Namun saat Lebaran, angka itu bisa melonjak antara Rp300 ribu sampai Rp400 ribu.

“Kalau peningkatan sih alhamdulillah, yang biasanya mungkin kita dapat satu giliran ya, satu giliran kan hitungannya berarti dua hari kerja toh, satu giliran biasa dapat bersihnya 200 ribu, ini mungkin bisa nyampai Rp300 sampai 400 ribu,” ujarnya.

Tarif resmi jasa porter yang dipesan melalui aplikasi sendiri dipatok Rp38 ribu. Namun dalam praktiknya, porter tetap fleksibel dalam melayani penumpang, baik yang memberi tip lebih maupun yang membayar di bawah tarif tersebut.

“Sebisa mungkin kita menerima, walaupun dikasih lebih atau kurang nggak masalah,” tambahnya.

3. Tetap senyum meski lelah

IMG_20260318_132242_1.jpg
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Di tengah ramainya arus mudik, para porter tetap dituntut menjaga pelayanan. Achmad mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap menjaga kesehatan, keselamatan, dan kualitas layanan.

Baginya, pekerjaan sebagai porter bukan sekadar mengangkat barang, tapi juga berhadapan dengan beragam karakter penumpang setiap hari.

“Sebisa mungkin kita harus bisa melayani. Walaupun kita nggak tahu kondisi kita di rumah seperti apa, kita harus tetap tersenyum di depan penumpang,” tutur Achmad.

Menariknya, tak semua porter ikut mudik saat Lebaran. Sebagian tetap bertugas demi melayani penumpang, termasuk Achmad sendiri yang justru baru kembali dari kampung halamannya di Blora.

Di balik hiruk-pikuk stasiun, para porter menjadi garda terdepan pelayanan. Lelah memang tak terhindarkan, tapi senyum dan semangat mereka justru menjadi bagian dari hangatnya perjalanan mudik lebaran. Terlebih kehadiran mereka tak sekadar hanya untuk mengangkat barang bawaan. Terkadang sesekali membantu memberikan jawaban bagi penumpang yang membutuhkan bantuan.

4. Stasiun Gambir dipadati pemudik H-3 lebaran, keberangkatan capai 17.687 penumpang

IMG_20260318_132221.jpg
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Adapun, penumpang tampak memadati Stasiun Gambir, Jakarta Pusat pada H-3 Hari Raya Idul Fitri, Rabu (18/3/2026). Pantauan IDN Times di lokasi, kebanyakan pemudik tiba di Stasiun Gambir dengan menaiki kendaraan roda empat.

Mereka duduk di lobi stasiun, menunggu pengumuman kedatangan kereta. Nantinya setelah ada informasi dari pihak stasiun, para penumpang baru diizinkan untuk menuju ke arah peron.

Petugas stasiun juga tampak bersiaga menjawab pertanyaan dari penumpang yang datang. Sementara porter dengan semangat menanti kedatangan untuk menawarkan jasa angkat barang.

"Alhamdulillah ini saya kedapatan tiket, beberapa minggu lalu sempet war ticket. Berangkat dari Gambir karena lebih dekat dari rumah," kata salah satu penumpang Gilang (26) di lokasi.

Meski bagian dalam stasiun tampak padat, namun area parkiran mobil maupun motor masih renggang. Banyak dari penumpang memilih menaiki transportasi taksi online dan diantar kerabat.

"Saya naik taksi online karena lebih fleksibel, nggak harus menaruh kendaraan di sini, biaya parkirnya juga lumayan, mending pesan taksi," ujar penumpang lainnya, Diah (45).

Berdasarkan data Kereta Api Indonesia (KAI), stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi pada 18 Maret 2026 adalah Pasarsenen dengan jumlah 22.519 penumpang, kemudian dibuntuti Gambir 17.687 penumpang dan Bekasi 6.245 penumpang.

Pasarsenen juga jadi stasiun dengan tingkat kedatangan tertinggi, yakni sebanyak 10.265 penumpang. Lalu Gambir 8.046 penumpang dan Bekasi: 4.406 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan, hingga update Rabu, 18 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket dan okupansi kereta api jarak jauh menunjukkan tren tinggi, khususnya pada periode arus mudik.

Ia menyampaikan, minat masyarakat menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran tahun ini sangat tinggi, terutama pada tanggal-tanggal favorit menjelang Hari Raya.

“Pada periode 11 hingga 20 Maret 2026 atau masa pra-Lebaran, penjualan tiket KA Jarak Jauh mencapai 477.013 tiket. Bahkan pada tanggal-tanggal tertentu, sisa tempat duduk rata-rata kurang dari 500 seat per hari atau sudah mendekati penuh,” ujar Franoto dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Berdasarkan data pada 18 Maret 2026, volume keberangkatan penumpang KA Jarak Jauh dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 52.278 penumpang, sementara volume kedatangan mencapai 29.062 penumpang.

Secara kumulatif, total penumpang berangkat selama periode 11 sampai 18 Maret 2026 telah mencapai 377.349 penumpang.

Dari total kapasitas 1.083.623 tempat duduk KA Jarak Jauh yang disediakan selama periode Angkutan Lebaran, sebanyak 743.786 tiket telah terjual, dengan rata-rata okupansi mencapai 69 persen.

KAI masih menyediakan 333.255 tempat duduk untuk keberangkatan hingga 1 April 2026, terutama pada periode arus balik.

“Untuk keberangkatan setelah Lebaran, yakni 23 Maret hingga 1 April 2026, ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak, mencapai lebih dari 316 ribu seat. Masyarakat kami imbau untuk merencanakan perjalanan arus balik sejak dini,” tambah Franoto.

Khusus wilayah Daop 1 Jakarta, tersedia 329 ribu tempat duduk dengan tarif diskon, dan saat ini masih tersisa sekitar 53 ribu seat yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“KAI mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih ada, termasuk program diskon, serta merencanakan perjalanan dengan baik untuk kenyamanan bersama,” imbuh Franoto.

Beberapa tanggal dengan tingkat penjualan tertinggi antara lain:

  • 14 Maret: 51.128 penumpang
  • 15 Maret: 51.763 penumpang
  • 16 Maret: 52.819 penumpang
  • 17 Maret: 52.528 penumpang
  • 18 Maret: 52.278 penumpang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More