Iran Eksekusi Mati Mata-mata yang Sebarkan Info Rahasia ke Israel

- Iran mengeksekusi mati Kouroush Keyvani, mata-mata yang terbukti membocorkan informasi rahasia dan gambar lokasi sensitif negara kepada Mossad Israel.
- Pemerintah Iran sebelumnya menangkap sekitar 500 orang yang diduga membocorkan data rahasia ke Israel, dengan puluhan di antaranya ditahan di berbagai wilayah Iran.
- Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat sengaja mengirim mata-mata untuk memperoleh informasi militer serta melemahkan kekuatan pertahanan negara tersebut.
Jakarta, IDN Times - Pihak berwenang Iran telah mengeksekusi mati seorang mata-mata yang menyebarkan info rahasia pemerintah ke Israel. Eksekusi tersebut dilakukan pada Rabu (18/3/2026) pagi waktu setempat.
“Hukuman mati terhadap seorang mata-mata rezim Zionis yang telah memberikan gambar dan informasi tentang lokasi-lokasi sensitif negara kepada petugas Mossad telah dilaksanakan pagi ini,” bunyi pernyataan resmi lembaga pengadilan Iran, seperti dilansir The Strait Times.
1. Pernah mendapat pelatihan dari Mossad Israel

Pengadilan Iran menambahkan, mata-mata tersebut bernama Kouroush Keyvani. Ia dikabarkan telah ditangkap sejak Juni 2025 lalu karena membocorkan informasi rahasia Pemerintah Iran ke Israel.
Sebelum ditangkap, Kevyani diketahui pernah membantu AS untuk melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Selain itu, ia juga pernah mendapat pelatihan dari badan intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan aksi spionase.
Saat itu, Kevyani dilatih Mossad di Tel Aviv dan di enam negara Eropa. Namun, tidak disebutkan secara detail negara Eropa mana yang menjadi tempat Mossad untuk melatih Kevyani.
2. Iran sudah menangkap 500 orang yang diduga membocorkan info rahasia ke Israel

Sebelum ini, Iran juga sudah menangkap 500 orang yang diduga membocorkan informasi rahasia pemerintah ke Israel. Namun, kepolisian Iran tidak memberi tahu kapan 500 orang tersebut ditangkap.
Kendati begitu, berdasarkan laporan media Iran, Tasnim, puluhan dari total 500 orang yang diduga membocorkan informasi rahasia ke Israel ditangkap pada Minggu (15/3/2026). Mereka ditangkap di beberapa wilayah yang ada di Iran.
Dalam laporannya, Tasnim menyebut sebanyak 20 orang ditangkap di Iran barat laut. Mereka ditangkap karena diduga membocorkan informasi rahasia milik militer Iran ke Israel. Sementara itu, sepuluh orang lainnya ditangkap di Iran timur laut. Mereka ditangkap karena diduga menyebarkan informasi rahasia mengenai infrastruktur ekonomi Iran ke Israel.
3. Iran menuduh Israel dan Amerika Serikat sengaja mengirim mata-mata

Menurut Pemerintah Iran, 500 orang yang telah ditangkap merupakan mata-mata Israel dan Amerika Serikat. Sebab, menurut Iran, Israel dan AS memang sengaja mengirim mata-mata ke wilayahnya.
Langkah ini bertujuan agar Israel dan AS bisa mengetahui informasi rahasia milik Iran, terutama soal kekuatan militer. Dengan begitu, Tel Aviv dan Washington bisa dengan mudah mengalahkan Iran dalam peperangan yang kini sedang terjadi.
"Saat musuh Zionis (Israel) dan Amerika Serikat berupaya menginvasi Iran, mereka secara bersamaan mengaktifkan tentara bayaran dan mata-mata untuk melakukan kerusuhan sebagai langkah selanjutnya," kata Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
















