Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Penumpang War Kereta Mudik: Tiket Dulu, Cuti Belakangan

Cerita Penumpang War Kereta Mudik: Tiket Dulu, Cuti Belakangan
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
  • Bekti harus berjuang keras mendapatkan tiket kereta mudik ke Yogyakarta, bahkan begadang demi memanfaatkan tambahan kuota yang diumumkan di media sosial.
  • Ia memilih strategi unik dengan membeli tiket terlebih dahulu baru menyesuaikan jadwal cuti, serta menyiapkan alternatif transportasi jika gagal mendapat tiket sesuai rencana.
  • Kereta tetap jadi moda favorit Bekti karena dianggap lebih nyaman, tepat waktu, dan memiliki jalur sendiri yang membuat perjalanan lebih terprediksi dibanding transportasi darat lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Momen mudik Lebaran memang selalu penuh cerita, mulai dari drama tiket hingga strategi berburu transportasi. Hal ini juga dirasakan Bekti, yang harus “war tiket” demi bisa pulang kampung ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Alih-alih mulus sejak awal, perjalanan mendapatkan tiket justru penuh perjuangan. Tapi seperti banyak pejuang mudik lainnya, usaha ekstra itu akhirnya terbayar lunas.

1. Begadang demi tiket tambahan

Penumpang bernama Bekti saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Penumpang bernama Bekti saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Salah satu penumpang kereta bernama Bekti mengaku sempat gagal saat pertama kali berburu tiket kereta. Namun, kesempatan kedua datang lewat informasi tambahan kuota yang diumumkan di media sosial.

“Sebenernya war tiket yang kedua baru dapat. Kalau yang pertama enggak dapat kan. Nah yang kedua itu ada pengumuman di Instagram tuh ada tambahan gitu. Ya udah, enggak tidur jam 12, begitu buka langsung dapat,” ujar dia saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).

2. Tiket dulu, cuti belakangan

Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Demi momen mudik, begadang pun jadi hal yang rela dilakukan. Baginya, yang penting tiket di tangan dulu, urusan lain bisa menyusul.

Uniknya, Bekti punya strategi sendiri soal mudik. Ia memilih menyesuaikan jadwal libur dengan tiket yang berhasil didapat, bukan sebaliknya.

“Menyesuaikan sih. Jadi dapat tiket dulu baru ambil cuti,” katanya.

Meski menargetkan tanggal tertentu, ia tetap fleksibel. Bahkan, jika tidak mendapat tiket sesuai rencana, Bekti sudah menyiapkan opsi lain seperti bus, travel, hingga pesawat sebagai pilihan terakhir.

3. Kereta tetap jadi favorit

Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dari sekian banyak moda transportasi, kereta api tetap jadi pilihan utama Bekti. Alasannya sederhana: lebih nyaman dan lebih pasti.

“Pertama lebih nyaman. Karena kan di dalam kita bisa misalnya capek, pegal bisa jalan lah gitu. Kalau di bus gitu kan enggak ya,” jelasnya.

Selain itu, faktor ketepatan waktu juga jadi pertimbangan penting. Menurutnya, perjalanan dengan kereta jauh lebih terprediksi dibandingkan transportasi darat lainnya.

“Iya tepat waktu kalau kereta kan tepat waktu, terus punya jalur sendiri ya. Jadi kayak estimasi waktu sampainya tuh udah pasti,” tambahnya.

Tahun ini, Bekti berhasil mengamankan tiket kereta eksekutif—bukan karena rencana awal, tapi karena kebetulan tersedia dengan harga yang sama. Ia pun dijadwalkan berangkat pada 18 dan kembali ke Jakarta pada 24.

Cerita Bekti ini mungkin terasa relate buat banyak orang, mudik bukan cuma soal pulang kampung, tapi juga soal perjuangan mendapatkan tiket.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More