Kunjungi Lapas, Dirjenpas Cek Kesiapan Kunjungan Saat Hari Raya

- Dirjen Pemasyarakatan Mashudi meninjau sejumlah lapas dan rutan di Jakarta untuk memastikan kesiapan layanan serta keamanan menghadapi lonjakan kunjungan keluarga saat Nyepi dan Idul Fitri.
- Mashudi menginstruksikan koordinasi dengan TNI guna memperkuat pengamanan selama periode kunjungan hari raya, agar pelayanan bagi warga binaan dan masyarakat tetap berjalan aman dan tertib.
- Sebanyak 1.506 narapidana dan sembilan anak binaan beragama Hindu menerima remisi khusus Nyepi 2026, sementara remisi Idul Fitri akan diberikan pada hari pertama perayaan sebagai bentuk penghargaan pembinaan.
Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi pada Rabu (18/3/2026) melakukan kunjungan ke lapas dan rutan di wilayah Jakarta. Ia ingin melihat kesiapan lapas dan rutan tersebut dalam mengantisipasi lonjakan kunjungan dari keluarga yang ingin menjenguk di dua momen hari raya yakni Nyepi dan Idul Fitri. Lapas yang ia kunjungi yakni Lapas Kelas 1 Cipinang, lapas narkotika Jakarta, Rutan Cipinang, lapas perempuan Jakarta dan rutan perempuan Jakarta.
"Saya ingin memastikan kesiapan lapas dan rutan serta jajaran, baik dalam bidang layanan dan pengamanan yang kondusif," ujar Mashudi di dalam keterangan pada hari ini.
Ia mewanti-wanti pengelola lapas dan rutan karena akan terjadi lonjakan jumlah kunjungan dari keluarga. "Lonjakan itu bisa mencapai ratusan persen. Untuk itu penting bagi lapas dan rutan untuk menjalankan SOP (Standar Operational Procedure) kunjungan yang dapat mengakomodir kepentingan pelayanan, pembinaan dan terjaganya seluruh keamanan serta ketertiban," tutur dia.
1. Remisi Idul Fitri akan disampaikan di hari pertama hari raya

Lebih lanjut, Mashudi juga menyebut remisi Idul Fitri akan diberikan kepada para narapidana di hari pertama hari raya. Sebelumnya, remisi khusus serupa diberikan bagi 1.515 narapidana dan anak dalam rangka hari Nyepi 2026.
"Kami berharap remisi Idul Fitri menjadi reward yang dimaknai oleh warga binaan sebagi motivasi untuk dapat terus mengikuti pembinaan dengan baik. Sebelum, nantinya akan kembali baik dan aktif di masyarakat," katanya.
2. Dirjen Pemasyarakatan gandeng TNI untuk koordinasi keamanan

Mashudi juga menjelaskan pihaknya turut menggandeng sejumlah pihak termasuk TNI untuk pengamanan kunjungan yang diprediksi melonjak mulai Kamis esok. Instruksi terkait pengetatan keamanan juga sudah disampaikan oleh Mashudi kepada semua Kepala Kanwil Ditjenpas, kepala lapas dan kepala rutan.
"Hal ini untuk memastikan bahwa semua layanan bagi warga binaan dan masyarakat dapat terpenuhi. Demikian pula keamanan dan ketertiban lapas rutan dan lingkungan masyarakat terjaga dengan baik," tutur dia.
3. 1.506 narapidana mendapat remisi dalam rangka hari Nyepi 2026

Sementara, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan remisi khusus kepada 1.506 narapidana dan pengurangan masa pidana khusus kepada sembilan anak binaan beragama Hindu. Remisi khusus itu diberikan dalam rangka Nyepi 2026.
"Dari jumlah tersebut, empat narapidana akan langsung bebas setelah memperoleh remisi khusus II," kata Mashudi.
Pemberian remisi khusus disampaikan secara simbolis kepada warga binaan beragama Hindu penerima remisi dan pengurangan masa pidana di Rutan Negara Kelas I Cipinang pada hari ini. Mashudi kemudian membacakan sambutan yang disusun oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Di dalam sambutannya, Agus menyebut remisi dan pengurangan masa pidana pada hari raya menjadi bagian dari pemenuhan hak warga binaan sekaligus instrumen pembinaan dalam sistem pemasyarakatan. "Warga binaan dan anak binaan penerima remisi telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutur dia.
Ia menambahkan remisi dan pengurangan masa pidana bukan sekadar pengurangan masa pidana yang dijalani tetapi juga sebagai bentuk penghargaan kepada warga binaan yang telah menunjukan perubahan perilaku, disiplin dan kesungguhan untuk mengikuti program pembinaan.















