Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menang Besar, Shakira Bebas dari Tuduhan Pajak Spanyol

Menang Besar, Shakira Bebas dari Tuduhan Pajak Spanyol
Bintang pop Kolombia, Shakira, tampil di Lincoln Memorial di National Mall di Washington, D.C., pada 18 Januari 2009, selama upacara pembukaan pelantikan. Tanggal 18 Januari 2009 ( Yeoman 1st Class Donna Lou Morgan, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pengadilan Tinggi Spanyol menyatakan Shakira bebas dari tuduhan penipuan pajak dan memerintahkan pemerintah mengembalikan dana sekitar Rp1,04 triliun beserta bunga serta biaya perkara.
  • Otoritas pajak gagal membuktikan Shakira tinggal di Spanyol lebih dari 183 hari pada 2011, sehingga status wajib pajaknya dinilai tidak sah menurut hukum yang berlaku.
  • Shakira menegaskan dirinya korban kampanye hitam selama delapan tahun dan menyebut proses hukum itu merusak kesehatan mentalnya meski kini ia memenangkan gugatan untuk tahun pajak 2011.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kabar lega datang dari diva pop dunia, Shakira. Setelah menjalani proses hukum yang melelahkan selama hampir satu dekade, penyanyi asal Kolombia ini akhirnya dinyatakan bersih dari segala tuduhan penipuan pajak oleh Pengadilan Tinggi Spanyol.

Keputusan ini sekaligus menjadi pukulan balik bagi otoritas pajak setempat yang terbukti keliru dalam menetapkan sanksi finansial. Atas kekeliruan tersebut, pengadilan memerintahkan pemerintah Spanyol untuk mengembalikan seluruh dana denda beserta bunga yang sebelumnya telah disita atau dibayarkan oleh sang bintang.

Kemenangan hukum ini sekaligus mengakhiri masa-masa penuh tekanan yang sempat mengganggu kehidupan pribadi dan reputasi global pelantun lagu Waka Waka tersebut.

1. Pengadilan perintahkan pengembalian dana hingga Rp1 triliun

ilustrasi pajak (pixabay.com/stevepb)
ilustrasi pajak (pixabay.com/stevepb)

Keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi (Audiencia Nacional) di Madrid secara resmi membatalkan sanksi yang dijatuhkan kepada Shakira beberapa tahun lalu. Pemerintah Spanyol kini diwajibkan untuk memulihkan hak finansial sang artis secara penuh akibat salah perhitungan dalam menetapkan status pajaknya.

Total dana yang harus dikembalikan oleh kas negara Spanyol kepada Shakira dilaporkan mencapai 60 juta Euro atau setara dengan Rp1,04 triliun (asumsi kurs 1 Euro = Rp17.400). Nominal fantastis ini mencakup pengembalian dana pokok pajak yang telanjur ditarik sebesar 55 juta Euro (sekitar Rp957 miliar), ditambah dengan biaya kompensasi bunga serta seluruh biaya perkara yang timbul selama persidangan berjalan.

2. Otoritas pajak gagal buktikan batas waktu tinggal di Spanyol

Bendera negara Spanyol (pixabay.com/jochemy)
Bendera negara Spanyol (pixabay.com/jochemy)

Akar dari sengketa hukum panjang ini bermula dari klaim sepihak agensi pajak Spanyol (Agencia Tributaria) terkait status kependudukan Shakira pada tahun pajak 2011. Saat itu, Shakira dituduh sengaja menyembunyikan status wajib pajaknya di Spanyol meski sedang menjalin hubungan asmara dengan mantan bek Barcelona, Gerard Pique.

The Guardian melansir bahwa berdasarkan aturan hukum Spanyol, seseorang baru bisa dikategorikan sebagai wajib pajak dalam negeri jika menghabiskan waktu minimal 183 hari di negara tersebut dalam satu tahun kalender. Namun, dokumen persidangan membuktikan bahwa Shakira hanya berada di Spanyol selama 163 hari pada tahun 2011 karena sedang disibukkan oleh jadwal tur konser dunia. Hubungan asmara yang belum terikat pernikahan pada masa itu juga dinilai hakim tidak bisa dijadikan dasar hukum untuk memaksa seseorang membayar pajak pribadi.

3. Shakira sebut dirinya korban kampanye hitam selama delapan tahun

Shakira di konser Rock in Rio pada tahun 2008. Tanggal 5 Juli 2008 (Shakira Rock in Rio 08 001 by Andres.Arranz, CC BY 2.5 via Wikimedia Commons)
Shakira di konser Rock in Rio pada tahun 2008. Tanggal 5 Juli 2008 (Shakira Rock in Rio 08 001 by Andres.Arranz, CC BY 2.5 via Wikimedia Commons)

Segera setelah putusan pengadilan diumumkan, pihak Shakira langsung merilis pernyataan resmi yang emosional. Ia meluapkan seluruh keresahan hatinya atas perlakuan tidak adil yang ia terima dari aparat penegak hukum dan media massa di Spanyol selama bertahun-tahun penyidikan berlangsung.

Financial Times melansir pernyataan tertulis dari Shakira yang menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah melakukan kecurangan pajak. Ia merasa nama besar dan citra publiknya sengaja dimanfaatkan oleh otoritas pajak untuk menakut-nakuti masyarakat umum. Penyanyi itu menyebut masa-masa penyelidikan ini sebagai sebuah siksaan brutal selama delapan tahun yang sempat merusak kesehatan mental diri serta kenyamanan keluarganya.

Meski memenangkan gugatan untuk tahun pajak 2011, keputusan ini tidak mengubah kesepakatan damai yang telah diambil Shakira sebelumnya pada akhir 2023 lalu. Pada kasus terpisah tersebut, Shakira memilih membayar denda sebesar 7,3 juta Euro demi menyudahi tuntutan pidana terkait tahun pajak 2012 hingga 2014 agar bisa membawa anak-anaknya pindah ke Miami dengan tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More