Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Putra Bos Mango Ditangkap Polisi Spanyol atas Kematian Ayahnya

Putra Bos Mango Ditangkap Polisi Spanyol atas Kematian Ayahnya
Jonathan Andic, putra pendiri brand mode Mango yang ditangkap polisi Spanyol karena kematian ayahnya. (AFP)
Intinya Sih
  • Polisi Spanyol menangkap Jonathan Andic, putra pendiri Mango, setelah penyelidikan kematian Isak Andic dibuka kembali karena ditemukan ketidaksesuaian dalam keterangannya terkait insiden pendakian di Montserrat.
  • Penyelidikan mengungkap hubungan ayah-anak yang tegang dan dugaan sengketa finansial keluarga, sementara Jonathan membantah terlibat serta menegaskan kematian ayahnya murni kecelakaan.
  • Isak Andic dikenal sebagai pendiri Mango yang berkembang dari toko kecil di Barcelona menjadi merek mode global dengan ribuan toko dan kekayaan mencapai miliaran dolar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Polisi Spanyol menangkap Jonathan Andic, putra sulung pendiri kerajaan mode Mango, Isak Andic, terkait penyelidikan kematian sang ayah saat mendaki gunung pada Desember 2024.

Jonathan merupakan satu-satunya orang yang bersama Isak Andic ketika miliarder fashion asal Spanyol itu jatuh dari tebing di kawasan pegunungan Montserrat, dekat Barcelona.

Kepolisian regional Catalonia mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat. Penangkapan itu terjadi setelah penyelidikan yang sempat ditutup kembali dibuka karena ditemukan ketidaksesuaian dalam keterangan Jonathan Andic, seperti dilaporkan AFP, Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya, kematian Isak Andic yang berusia 71 tahun sempat dinyatakan sebagai kecelakaan. Penyelidik awal menduga pendiri Mango itu terpeleset di area dekat gua Salnitre di Collbato, lokasi yang dikenal memiliki jurang dan tebing curam. Namun setelah hampir setahun berlalu, aparat memutuskan membuka kembali penyelidikan atas kasus kematian salah satu orang terkaya di Spanyol tersebut.

1. Kasus sempat disebut kecelakaan karena tak ada tanda kriminal

Isak Andic, pengusaha dan pendiri brand fesyen Mango meninggal dunia.
Isak Andic, pengusaha dan pendiri brand fesyen Mango meninggal dunia. (dok.Mango)

Saat insiden terjadi pada Desember 2024, otoritas Spanyol menyatakan tidak menemukan tanda-tanda tindak kriminal dalam kematian Isak Andic. Seorang hakim bahkan sempat menutup kasus tersebut pada Januari 2025 setelah penyelidikan awal menyimpulkan kematian itu merupakan kecelakaan saat mendaki.

Namun pada Oktober 2025, kepolisian regional Catalonia, Mossos d’Esquadra, bersama jaksa dan pengadilan memutuskan membuka kembali kasus tersebut.

Laporan media Spanyol menyebut penyidik menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam kesaksian Jonathan Andic mengenai peristiwa yang terjadi di lokasi pendakian. Hingga kini, otoritas belum mengungkap detail penyelidikan karena kasus masih berada dalam status rahasia peradilan.

2. Hubungan ayah dan anak jadi sorotan

Media Spanyol El Pais melaporkan pihak berwenang sempat menyita ponsel Jonathan Andic tidak lama setelah kematian sang ayah. Laporan itu juga mengutip kesaksian pasangan Isak Andic, pegolf profesional Estefania Knuth, yang menyebut hubungan ayah dan anak tersebut terkadang mengalami ketegangan.

Menurut laporan itu, konflik disebut berkaitan dengan posisi Jonathan Andic di perusahaan Mango. Isak Andic dilaporkan sempat memberikan tanggung jawab operasional lebih besar kepada Jonathan pada 2014. Namun setahun kemudian, ia kembali mengambil kendali lebih ketat setelah Mango mengalami kesulitan bisnis.

Selain itu, media lokal juga melaporkan adanya sengketa finansial antara Estefania Knuth dan ketiga anak Isak Andic terkait warisan pendiri Mango tersebut. Meski demikian, Jonathan Andic membantah terlibat dalam kematian ayahnya dan tetap menyatakan insiden itu murni kecelakaan.

3. Dari toko kecil hingga jadi brand mode dunia

Koleksi terbaru MANGO x Hailey Bieber
Kampanye terbaru MANGO bersama Hailey Bieber untuk koleksi Summer 2026. (Foto: Instagram/@mango)(instagram.com/mango)

Isak Andic dikenal sebagai pendiri Mango, salah satu perusahaan mode terbesar di dunia. Lahir di Istanbul, Turki, Isak pindah ke Barcelona bersama keluarganya pada akhir 1960-an. Ia kemudian membuka toko Mango pertama di kawasan perbelanjaan Paseo de Gracia, Barcelona, pada 1984 bersama kakaknya, Nahman.

Bisnis tersebut berkembang pesat seiring perubahan gaya hidup masyarakat Spanyol setelah berakhirnya era kediktatoran Francisco Franco pada 1975. Mango kemudian tumbuh menjadi grup mode global dengan sekitar 2.850 toko di seluruh dunia dan hadir di lebih dari 120 pasar internasional. Perusahaan itu mempekerjakan lebih dari 16.400 karyawan dan dikenal lewat lini pakaian profesional maupun kasual.

Saat meninggal dunia, majalah Forbes memperkirakan kekayaan Isak Andic mencapai 4,5 miliar dolar Amerika Serikat. Jonathan Andic sendiri mulai bekerja di Mango pada 2005 setelah menempuh pendidikan komunikasi audiovisual di Amerika Serikat dan bisnis di Spanyol. Ia kemudian memimpin lini Mango Man dan menjabat wakil ketua dewan perusahaan saat ayahnya meninggal.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More