Pelatih Inline Skate di Tangsel Cabuli Muridnya, Bukti Chat Terbongkar

- Seorang pelatih inline skate di Tangerang Selatan diduga mencabuli muridnya yang masih di bawah umur dengan memanfaatkan posisi dan kepercayaan sebagai pelatih.
- Aksi pelaku terbongkar setelah keluarga korban menemukan bukti chat mencurigakan, lalu melapor ke polisi yang kini telah memeriksa saksi, ahli psikologi, dan forensik digital.
- Polda Metro Jaya menegaskan fokus pada penguatan alat bukti serta pemulihan psikologis korban agar merasa aman selama proses hukum berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Seorang pelatih inline skate di Tangerang Selatan, Banten, mencabuli muridnya sendiri yang masih di bawah umur.
Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari, mengungkapkan pelaku memanfaatkan posisinya sebagai pelatih, demi bisa mendekati korban dan mendapatkan kepercayaannya.
“Dari hasil penyidikan sementara, tersangka diduga memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban,” kata Rita dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).
1. Pihak keluarga korban curiga

Aksi bejat itu akhirnya terbongkar setelah pihak keluarga korban curiga. Keluarga tak sengaja menemukan bukti komunikasi atau chat antara korban dengan pelatih.
“Sebelum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, korban terlebih dahulu diberikan pendampingan khusus, agar merasa aman dan siap untuk buka suara,” ujar Rita.
2. Pencabulan terjadi tak hanya sekali

Berdasarkan pemeriksaan awal, tindakan kekerasan seksual ini ternyata tidak hanya terjadi sekali, melainkan dalam rentang waktu tertentu di dua wilayah berbeda, yakni Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, kepolisian masih terus bergerak untuk menguatkan alat bukti demi menjerat pelaku. Sejumlah saksi dan ahli pun telah dimintai keterangan.
“Penyidik telah memeriksa korban, keluarga, saksi terkait, ahli psikologi, ahli digital forensik, serta tenaga medis untuk memperkuat pembuktian perkara,” ujar Rita.
3. Pemulihan psikologis korban juga prioritas utama

Sementara itu, Kasubdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kompol Donny Kristian, menegaskan pihaknya bergerak simultan. Selain mengamankan barang bukti fisik dan elektronik, pemulihan psikologis korban juga menjadi prioritas utama.
“Kami ingin memastikan korban mendapatkan ruang aman selama proses hukum berjalan,” ujar Donny.
4. Segera laporkan kasus kekerasan seksual

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami kekerasan seksual, jangan takut dan segera laporkan. Berikut langkah yang harus segera kamu lakukan:
- Menjauhlah ke tempat aman dan hubungi keluarga, teman terpercaya, atau lembaga pendampingan terdekat.
- Telepon ke 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129 melalui layanan resmi SAPA 129 Kementerian PPPA.
- Hubungi 110 untuk layanan darurat kepolisian terdekat.
- Segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk melakukan visum. Hindari mandi, ganti baju, atau mencuci barang bukti agar jejak pelaku tidak hilang.
- Kumpulkan dan dokumentasikan semua bukti (chat, foto, rekaman, atau saksi mata).
- Laporkan kejadian tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres atau Polda setempat.
- Jika kamu merasa bingung atau membutuhkan pendampingan lebih lanjut, kamu juga bisa berkonsultasi dengan lembaga seperti Komnas Perempuan atau LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) jika ada ancaman.


















