Metropolitan Detention Center, Penjara Tempat Maduro Ditahan

- Sejumlah tokoh terkenal pernah mendekam di MDC, termasuk Sean “Diddy” Combs dan Ghislaine Maxwell.
- Kasus kekerasan marak terjadi di MDC, dengan narapidana yang tewas akibat penusukan dan kondisi hunian yang memprihatinkan.
- Tahanan MDC pernah kedinginan akibat pemadaman listrik berkepanjangan, menyebabkan kondisi nyaris gelap total selama sepekan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dilaporkan dibawa ke Metropolitan Detention Center (MDC), sebuah penjara federal di Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS). Ia sebelumnya ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer AS di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) pagi.
Dilansir dari BBC, Maduro akan ditahan di MDC sebelum menjalani sidang atas dakwaan kasus narkoba dan kepemilikan senjata di pengadilan federal Manhattan pada pekan depan. Pemimpin Venezuela itu sebelumnya membantah tuduhan bahwa dirinya merupakan pemimpin kartel narkoba.
Sementara itu, status penahanan Flores hingga kini masih belum jelas.
Table of Content
1. Sejumlah tokoh terkenal pernah mendekam di MDC

Dibangun pada 1990-an, MDC telah dikenal luas karena menahan sejumlah tokoh terkenal. Beberapa di antaranya adalah Sean “Diddy” Combs, Ghislaine Maxwell yang merupakan rekan Jeffrey Epsteim dan rapper R Kelly yang dinyatakan bersalah atas pelecehan seksual terhadap anak.
Judi Garrett, mantan asisten direktur di Biro Penjara Federal, mengatakan, ia memperkirakan Maduro akan ditahan di unit hunian khusus setibanya di MDC.
“Saya memperkirakan (Maduro) akan ditahan di (unit hunian khusus) pada tahap awal, lalu dipindahkan ke salah satu unit ‘khusus’ tempat individu-individu berprofil tinggi lainnya pernah ditahan,” ujar Garrett kepada Fox News Digital.
2. Kasus kekerasan marak terjadi di MDC

Selain menahan sejumlah tokoh ternama, MDC juga terkenal dengan kondisi hunian yang memprihatinkan, tidak higienis, dan penuh kekerasan. Pada Juni 2024, seorang narapidana bernama Uriel Whyte ditikam hingga tewas narapidana lainnya. Sebulan kemudian, narapidana lainnya, Edwin Cordero, juga meninggal dunia setelah terlibat perkelahian yang terjadi di dalam penjara.
Banyak pihak telah angkat bicara mengenai kondisi mengerikan di dalam penjara tersebut. Seorang narapidana bahkan mengklaim insiden penusukan bisa terjadi setidaknya dua kali dalam sepekan.
“Seorang pria ditusuk matanya dengan pisau rakitan. Pisau-pisau ini—sekali lagi, saya belum pernah masuk penjara sebelumnya, ini pengalaman pertama saya—tetapi pisau-pisau tersebut kadang berukuran 6-9 inci, buatan sendiri dari material dinding baja. Tempat ini sangat brutal," kata narapidana bernama Eli kepada Spectrum News NY1.
Media tersebut juga memperoleh video yang menunjukkan kecoak di makanan, lampu rusak, dan jamur di kamar mandi.
3. Tahanan MDC pernah kedinginan akibat pemadaman listrik berkepanjangan

Pada Januari 2019, pemadaman listrik yang berkepanjangan menyeret fasilitas pemasyarakatan tersebut ke dalam krisis. Para tahanan terjebak dalam kondisi nyaris gelap total selama sepekan dan terpapar suhu dingin ekstrem. Mereka juga terpaksa bertahan dengan toilet yang tidak berfungsi dan berbagai kondisi tidak higienis lainnya.
“Kurangnya perawatan medis hingga masalah sanitasi yang sangat serius, belatung dalam makanan hingga kekerasan, segala sesuatu yang dapat Anda pikirkan yang menjadi masalah di penjara atau penjara adalah masalah di MDC, dan itu sudah terjadi sejak lama," kata David Patton, mantan kepala Pembela Federal New York.


















