Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menhan Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa ke 155 Prajurit TNI

Prajurit TNI, Sjafrie Sjamsoeddin
155 Prajurit TNI menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Menhan dan Panglima TNI. (Dokumentasi Puspen TNI)
Intinya sih...
  • Menteri Pertahanan dan Panglima TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada 155 prajurit TNI yang bertugas di Papua.
  • Operasi berhasil menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan.
  • Kenaikan pangkat luar biasa diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2025 tentang administrasi prajurit TNI.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Suara semangat 155 prajurit TNI menggema dari Markas Raider 754/Eme Neme Kangasi, Papua, pada akhir pekan lalu. Ratusan prajurit khusus yang mengenakan penutup wajah itu menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

Kunjungan para pejabat tinggi tersebut dilakukan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada prajurit TNI yang bertugas di Bumi Cendrawasih. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema.

Sjafrie mengatakan, pemberian KPLB merupakan bentuk perhatian pimpinan TNI kepada prajurit yang menunjukkan kinerja optimal serta pengabdian tinggi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan negara.

"Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan semangat pengabdian," ujar Sjafrie, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Salah satu keberhasilan operasi tersebut adalah penguasaan dan penghancuran markas Organisasi Papua Merdeka (OPM). Identitas para prajurit sengaja dirahasiakan dengan penutup wajah demi keamanan operasi.

Mantan Pangdam Jaya itu juga menegaskan, keberhasilan menjalankan tugas merupakan wujud bhakti prajurit kepada bangsa dan negara.

1. Dari ratusan prajurit, ada 10 prajurit marinir yang dapat kenaikan pangkat luar biasa

Prajurit marinir, Sjafrie Sjamsoeddin
10 prajurit marinir yang bertugas di Papua dan mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari pemerintah. (www.instagram.com/@marinir_tni_al)

Dari total 155 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang menerima KPLB, terdapat 10 prajurit dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL). Mereka terlibat langsung dalam tiga operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.

"Para prajurit yang tergabung dalam Komando Operasi TNI Habema menjalani tugas berat di berbagai daerah dan mengandung risiko tinggi," demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Marinir TNI AL yang dikutip hari ini.

Disebutkan, prajurit Marinir, Kopassus TNI AD, dan satuan lainnya bahu-membahu dalam operasi gabungan tersebut.

"Dalam operasi ini, TNI berhasil menguasai sejumlah markas kelompok bersenjata dan menetralisasi ancaman keamanan tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan," kata Dispen Marinir.

Sjafrie menegaskan, kenaikan pangkat luar biasa yang dituangkan dalam dokumen resmi tidak akan sebanding dengan perjuangan prajurit di medan tugas.

"Mereka ini sudah berbakti dan berjuang untuk negara dan bangsa," ujar purnawirawan jenderal TNI AD itu.

2. Menhan janji bakal perjuangkan kesejahteraan prajurit

Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) dan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto ketika berkunjung ke Timika, Papua Tengah untuk penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). (Dokumentasi Puspen TNI)

Selain memberikan penghargaan, Sjafrie juga berjanji akan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan prajurit yang tergabung dalam Satgas Rajawali dan Koops Habema, termasuk bagi keluarga mereka.

"Saya sebagai menteri pertahanan akan memperjuangkan prajurit yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa, termasuk kesejahteraan keluarga," tutur dia.

Kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang administrasi prajurit TNI, khususnya Pasal 27 dan Pasal 48.

3. Sjafrie juga kunjungi Yonif TP 861 di Wanam

Sjafrie Sjamsoeddin, Papua
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika meninjau langsung Yonif TP 861/MK di Wanam, Merauke. (www.instagram.com/@sjafrie.sjamsoeddin)

Selain menyerahkan KPLB, Sjafrie juga mengunjungi Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 861/MK di Wanam, Papua. Ia menilai Wanam memiliki peran strategis dalam mendukung masa depan cadangan pangan nasional.

"Oleh karena itu, prajurit yang bertugas di sini dan harus didukung secara nyata. Mulai dari personel yang cukup, logistik yang layak, air minum, sarana kesehatan hingga kesiapan sarana tempur yang memadai," kata Sjafrie.

Wanam merupakan salah satu lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pengembangan kawasan satelit pangan. Penetapan ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional. Untuk mendukung proyek tersebut, pembukaan hutan di kawasan Wanam dilakukan.

Sjafrie juga menitipkan pesan kepada prajurit Yonif TP 861/MK agar menjadi simbol persatuan bangsa.

"Di tanah Papua, prajurit harus menjadi benteng bagi rakyat dan menyatu ke dalam masyarakat," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

Dasco Respons Polemik Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD

06 Jan 2026, 14:12 WIBNews