Mengintip Seberapa Siap Arafah Sambut 203 Ribu Jemaah Indonesia

- Persiapan di Arafah menunjukkan kemajuan signifikan dengan tenda ber-AC, toilet bersih, serta area hijau buatan untuk meningkatkan kenyamanan lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia.
- Satgas Arafah melakukan pengecekan ulang kapasitas dan data akomodasi tenda guna memastikan seluruh jemaah mendapat tempat sesuai standar yang telah ditetapkan.
- PPIH menerapkan sistem transportasi Taraddudi dan jadwal keberangkatan terukur agar mobilisasi jemaah dari Makkah ke Arafah berjalan lancar tanpa penumpukan di hotel.
Arafah, IDN Times — Menyusul berakhirnya fase kedatangan di Bandara Jeddah, fokus operasional Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini beralih sepenuhnya ke kawasan Armuzna. Lebih dari 200 ribu jemaah haji reguler asal Indonesia, bersama jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia, akan segera memadati padang tandus Arafah yang berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Makkah untuk melaksanakan wukuf—ritual inti ibadah haji.
Berdasarkan pantauan langsung IDN Times di lapangan, persiapan fisik menjelang wukuf terus dikebut dan menunjukkan progres signifikan.
1. Fasilitas tenda dan toilet memadai

Jika di luar tenda suhu udara bisa memanggang hingga 45 derajat Celcius, suasana di dalam tenda jemaah Indonesia justru terasa sejuk. Ribuan tenda telah diisi dengan deretan kasur busa (mattress) yang disusun merapat. Pendingin ruangan (AC) berukuran besar dan kipas angin berdiri (standing fan) telah dinyalakan secara maksimal untuk menstabilkan suhu di dalam tenda. Pihak syarikah juga mulai mendistribusikan tumpukan dus air minum kemasan untuk menyuplai hidrasi jemaah selama wukuf.
Selain tenda, kebersihan fasilitas sanitasi juga mengalami peningkatan. Barisan bilik toilet portabel yang disediakan terlihat bersih dan layak, dilengkapi dengan ember dan selang yang memiliki tekanan air cukup deras. Di sejumlah sudut maktab, pihak syarikah juga menghadirkan inovasi dengan membangun taman kecil dan area duduk (gazebo) berlantaikan rumput sintetis hijau. Keberadaan area asri ini cukup efektif memecah kesan gersang Padang Arafah.
"Pada saat ini kita berada di puncak-puncaknya panas ya, di siang hari sekitar jam 2 siang. Tetapi di dalam tenda cukup dingin, mudah-mudahan ini memberi kenyamanan pada jemaah haji," ujar Abdul Basir mengonfirmasi kondisi lapangan.
"Di setiap maktab terdapat toilet yang saya lihat tadi sudah cukup bagus, kayak di hotel, berbeda dari tahun sebelumnya. Ada beberapa taman yang dibuat syarikah selain untuk mempercantik penampilan yang ada di maktab, juga memberikan kesan baik pada jemaah haji," tambahnya.
2. Pengecekan ulang kapasitas tenda

Mengantisipasi temuan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) sebelumnya terkait kekurangan kapasitas spot tidur, Satgas Arafah bergerak cepat. Abdul Basir memastikan bahwa seluruh petugas Daker Bandara yang bertugas di Arafah telah bersiaga di pos masing-masing.
"Hari ini semua petugas dari Daker Bandara yang ditugaskan sebagai Satgas Arafah sudah berada di lokasi. Kita siap melaksanakan tugas. Pertama, teman-teman akan mengecek kesesuaian data akomodasi yang ada di masing-masing tenda, lalu akan berkoordinasi dengan Person in Charge (PIC) masing-masing markaz (dulu disebut maktab)," lapornya tegas.
3. Cegah penumpukan transportasi

Titik krusial lain dalam operasional Armuzna adalah mobilisasi ratusan ribu jemaah secara bersamaan dari Makkah ke Arafah. Untuk mengatasi ini, pemerintah menggunakan sistem transportasi Taraddudi (sistem shuttle bolak-balik). Satu armada bus akan mengangkut rombongan ke Arafah, lalu kembali lagi ke Makkah untuk menjemput rombongan berikutnya hingga tuntas.
Agar tidak terjadi penumpukan massal di lobi hotel, PPIH memberlakukan jadwal terukur. "Tahun ini ada perbaikan karena ada pengaturan jadwal yang dibuat dalam 3 kali trip. Tidak dilakukan sepanjang hari, dan semua jemaah sudah mengetahui jadwal keberangkatannya jam berapa," terang Basir.
Jemaah juga diberikan ketentuan ketat mengenai kapan mereka boleh turun dari kamar (berapa jam sebelum keberangkatan bus). "Sehingga tidak ada penumpukan jemaah di lobi dan di depan hotel. Semua jemaah harus aware dengan jadwalnya masing-masing," tutupnya mengingatkan.



















