Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Pernyataan Rubio sejalan dengan pidato Presiden Trump di hadapan pendukungnya menjelang pemilihan paruh waktu AS. Menjawab teriakan penonton soal Kuba, Trump menyebut kapal-kapal perang AS yang baru kembali dari perang di Iran bisa singgah di lepas pantai Kuba. Ia menggambarkan salah satu kapal militer itu akan berhenti sekitar 45 meter dari pesisir hingga membuat pihak Kuba menyerah.
"Kami akan melakukan persinggahan singkat di Kuba dalam perjalanan pulang dari Iran. Setelah mereka menyerah, kami akan mengirim Marco Rubio ke sana untuk menyelesaikan kesepakatan," kata Trump, dikutip dari The Guardian.
Pejabat pemerintah Kuba langsung mengejek seruan rekrutmen CIA dan ancaman militer dari para petinggi AS tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, menilai langkah AS tersebut merupakan bentuk rasa putus asa. Lewat unggahan di X, ia menyindir badan intelijen AS kini terpaksa mengobral layanannya di ruang publik layaknya menjual pasta gigi.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, turut menepis ancaman pengerahan kapal perang Trump dan memperingatkan bahaya bagi pihak asing yang datang dengan niat bermusuhan. Ia menyatakan garis pantai Kuba memang memiliki pemandangan indah, tetapi juga dipenuhi batu kapur tajam yang tidak ramah bagi pihak yang memiliki tujuan jahat. Sebelumnya, Kuba juga mengecam potensi penggunaan kekuatan militer AS terhadap negara tetangga yang damai sebagai kejahatan internasional yang keji.