Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pasukannya tak akan ditarik dari posisi yang kini dikuasai di Jalur Gaza sebelum Hamas benar-benar melucuti senjata. Sikap itu disampaikan melalui video di media sosial pada Selasa (4/8/2026) sekaligus menjadi penolakan terhadap usulan tahap baru gencatan senjata dari Amerika Serikat (AS).
Pemerintah AS telah menyerahkan draf pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza kepada Israel untuk ditelaah, tetapi Netanyahu mengaku telah mengembalikannya disertai sejumlah catatan.
“Presiden (Donald) Trump dan timnya berpikir mereka bisa membuat Hamas melucuti senjata dan demiliterisasi Gaza, kami sedang memeriksa ini, mereka mengirimkan draft kepada kami, kami tidak setuju, itu bukan draft kami, kami mengirimkan komentar kami,” katanya, dikutip Euro News.
