potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)
Kampanye ini turut menyoroti persaingan pemilihan gubernur antara kandidat Partai Demokrat, Dr. Amy Acton, dan kandidat Partai Republik, Vivek Ramaswamy. Persaingan memanas setelah tim Ramaswamy menayangkan iklan video berisi pengakuan ibu kandung Acton yang telah lama berpisah darinya, Donna Arthur. Dalam iklan tersebut, sang ibu menyebut putrinya pembohong dan menyerang kondisi kesehatan mentalnya.
Mantan Direktur Kesehatan Ohio saat pandemi COVID-19 itu sebelumnya pernah mengungkap kisah masa kecilnya yang mengalami penelantaran, kekerasan, hingga hidup menggelandang. Hak asuh ibunya saat itu dicabut setelah ayah tirinya, Cledith Arthur, didakwa memperkosa Acton pada 1970-an lalu melarikan diri hingga meninggal dunia pada 2004. Acton, yang tidak pernah bertemu ibunya lagi sejak berada di pengadilan pada usia 12 tahun, menilai lawannya sengaja memanfaatkan trauma masa kecilnya demi menyelamatkan kampanye yang merosot. Ia pun menyebut Ramaswamy sebagai sosok yang egois dan berbahaya bagi warga Ohio.
"Dalam beberapa hari terakhir, kita melihat tidak ada batas etika yang tidak berani ia langgar. Seharusnya ada adab dan kesopanan yang kita harapkan dari seorang calon pejabat publik. Saya tidak habis pikir mengapa standar perilaku bisa merosot begitu rendah hingga seseorang tega menayangkan iklan seperti itu," kata Obama.
Iklan politik tersebut turut memecah belah internal Partai Republik karena Trump dan Wakil Presiden JD Vance membelanya sebagai langkah yang wajar. Sebaliknya, Gubernur Ohio dari Partai Republik, Mike DeWine, bersama sejumlah tokoh partai di daerah mendesak agar iklan itu segera ditarik karena dianggap melampaui batas etika.