Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Hubungan Indonesia-Malaysia juga memiliki dimensi yang lebih luas melalui ASEAN. Farzamie mengatakan ASEAN merupakan landasan utama kebijakan luar negeri Malaysia.
Malaysia sebelumnya memegang Keketuaan ASEAN pada 2025 dengan tema Inclusivity and Sustainability. Menurut Farzamie, Malaysia berupaya menjaga sentralitas ASEAN dan memastikan organisasi kawasan tersebut tetap relevan serta mampu merespons tantangan zaman.
“Kami melihat ASEAN dengan sentralitasnya sebagai inti dari keketuaan kami dan memastikan bahwa ASEAN tetap relevan dan responsif terhadap tantangan zaman kita,” ujar Farzamie.
Salah satu capaian yang disoroti Malaysia adalah adopsi ASEAN 2045: Our Shared Future beserta empat rencana strategis yang menjadi arah ASEAN untuk dua dekade mendatang.
Farzamie mengatakan kerangka tersebut akan membantu ASEAN bergerak menuju kawasan yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berorientasi pada masyarakat.
Malaysia juga menyoroti penerimaan Timor-Leste sebagai anggota ASEAN ke-11 pada KTT ASEAN ke-47 pada Oktober 2025. Keanggotaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan ASEAN dan melengkapi keanggotaan negara-negara Asia Tenggara dalam organisasi kawasan.
Di bidang ekonomi, Malaysia turut menyoroti penandatanganan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang telah diperbarui sebagai bagian dari penguatan integrasi ekonomi kawasan.
Farzamie menegaskan Malaysia akan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN, terutama Indonesia, untuk menjaga kawasan tetap kuat dan bersatu.
“Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan seluruh negara anggota ASEAN, khususnya dengan tetangga dekat dan mitra kami, Indonesia, untuk memastikan ASEAN tetap menjadi kekuatan yang kuat, bersatu, dan berpengaruh bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan kita,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Malaysia atas peringatan National Day ke-60. Ia menyampaikan harapan agar Malaysia terus mencapai kemajuan dan hubungan kedua negara semakin erat.
Bagi kedua negara, penguatan hubungan bilateral tidak hanya berlangsung melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui pendidikan, pariwisata, industri halal, hingga kerja sama kawasan. Farzamie menekankan bahwa kedekatan Indonesia dan Malaysia perlu terus dijaga melalui dialog dan semangat persahabatan.
“Kekuatan hubungan Malaysia-Indonesia selalu menjadi inti kerja sama kita untuk menghadapi setiap tantangan dan hambatan melalui dialog, saling menghormati, dengan rasa persatuan dan kekeluargaan. Apa yang menyatukan kita selalu jauh lebih besar daripada apa yang memisahkan kita,” ujar Farzamie.