Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perdagangan RI-Malaysia Capai Rp428,2 Triliun

5 min read
Perdagangan RI-Malaysia Capai Rp428,2 Triliun
Perayaan National Day Malaysia di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Perdagangan Indonesia-Malaysia mencapai 24,22 miliar dolar AS pada 2025, sementara investasi Malaysia di Indonesia senilai 4,5 miliar dolar AS.
  • Mobilitas wisatawan memperkuat hubungan antarmasyarakat, dengan 2,63 juta wisatawan Malaysia ke Indonesia dan 4,26 juta wisatawan Indonesia ke Malaysia.
  • Kedua negara melanjutkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan, industri halal, pariwisata, serta penguatan ASEAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor mana yang paling penting dalam kerja sama Indonesia-Malaysia?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Hubungan Indonesia dan Malaysia terus berkembang, terutama di bidang ekonomi. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai 24,22 miliar dolar AS atau senilai Rp428,2 triliun pada 2025, sementara investasi Malaysia di Indonesia mencapai 4,5 miliar dolar AS.

“Pada 2025, perdagangan bilateral mencapai 24,22 miliar dolar AS, dan Malaysia tetap menjadi investor terbesar keempat di Indonesia, dengan investasi sebesar 4,5 miliar dolar AS,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi, dalam pidatonya pada perayaan National Day Malaysia di Jakarta.

Menurut Farzamie, hubungan kedua negara juga diperkuat oleh hubungan antarmasyarakat. Pada 2025, lebih dari 2,63 juta wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia, menjadikan Malaysia sebagai sumber wisatawan asing terbesar bagi Indonesia.

Di sisi lain, sebanyak 4,26 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia pada tahun yang sama. Menurut Farzamie, tingginya mobilitas tersebut menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat kedua negara.

  1. 1. Perdagangan dan investasi jadi penggerak hubungan bilateral

    IMG_1050.jpeg
    Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Farzamie Sarkawi. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Farzamie mengatakan hubungan bilateral Malaysia dan Indonesia berada dalam momentum yang terus bergerak maju. Kedua negara juga terus menggunakan berbagai mekanisme bilateral untuk memperkuat kerja sama.

    “Hubungan bilateral Malaysia-Indonesia berada dalam momentum yang terus bergerak maju,” kata Farzamie.

    Pada 2026, Indonesia dan Malaysia telah menggelar Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 serta Joint Trade and Investment Committee (JTIC) ke-4 di Jakarta.

    Kedua forum tersebut menjadi bagian dari mekanisme kerja sama kedua negara untuk membahas berbagai kepentingan bersama. Farzamie mengatakan ruang kerja sama Indonesia-Malaysia mencakup perdagangan dan investasi hingga pendidikan, pertahanan dan keamanan, energi, pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, industri halal, konektivitas, dan pariwisata.

    “Sebagai negara tetangga dekat dan mitra strategis, Malaysia dan Indonesia akan terus bekerja sama dalam bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, termasuk perdagangan dan investasi, pendidikan, pertahanan dan keamanan, energi, pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, industri halal, konektivitas, pariwisata, media, seni, dan pertunjukan,” ujarnya.

    Industri halal menjadi salah satu sektor yang turut mendapat perhatian. Indonesia dan Malaysia sebelumnya telah memiliki kesepahaman untuk memperkuat kerja sama di bidang tersebut. Malaysia ingin berbagai komitmen yang telah disepakati bersama dapat diterjemahkan ke dalam langkah yang lebih konkret. Penguatan koordinasi di sektor halal menjadi salah satu bagian dari kerja sama bilateral yang terus didorong.

  2. 2. Pendidikan tinggi hingga pariwisata jadi jembatan hubungan antarmasyarakat

    IMG_1072.jpeg
    P erayaan National Day Malaysia di Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Selain sektor ekonomi, pendidikan tinggi menjadi salah satu bidang yang ingin diperkuat Indonesia dan Malaysia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia Brian Yuliarto mengatakan pendidikan telah lama menjadi salah satu pilar hubungan kedua negara.

    Menurut Brian, kerja sama tersebut memiliki landasan panjang sejak Indonesia dan Malaysia menandatangani kesepakatan bersama di bidang pendidikan dan kebudayaan pada 1972.

    Ia kemudian menyoroti rencana pembentukan konsorsium akademik Indonesia-Malaysia. Konsorsium tersebut diharapkan memperluas kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi kedua negara.

    “Saya percaya pembentukan konsorsium akademik bersama Indonesia-Malaysia dalam kerangka ini akan semakin memperdalam kolaborasi di antara institusi pendidikan tinggi kita, sekaligus menciptakan peluang yang lebih besar untuk pertukaran akademik, program bersama, dan berbagi pengetahuan,” ujar Brian.

    Menurut Brian, kerja sama pendidikan tersebut juga dapat menjadi dasar untuk membangun kolaborasi lain yang berlandaskan solidaritas, stabilitas, dan manfaat bersama.

    “Saya berharap hubungan kerja sama ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi pengembangan kolaborasi lainnya yang didasarkan pada prinsip solidaritas, stabilitas, dan manfaat bersama untuk kesejahteraan masyarakat kedua negara,” katanya.

    Ia juga mengajak Indonesia dan Malaysia untuk terus bertukar praktik terbaik serta memperkaya pengalaman pendidikan generasi muda.

    “Marilah kita terus bekerja sama, bertukar praktik terbaik, dan memperkaya pengalaman pendidikan generasi muda kita,” ujar Brian.

    Kerja sama antarmasyarakat juga terlihat dari sektor pariwisata. Lebih dari 2,63 juta wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia pada 2025. Sebaliknya, 4,26 juta wisatawan Indonesia melakukan perjalanan ke Malaysia.

    Kedekatan geografis, sejarah, bahasa, dan budaya membuat hubungan masyarakat kedua negara berlangsung erat. Brian menyebut Indonesia dan Malaysia bukan hanya negara tetangga, tetapi juga mitra di ASEAN dan sahabat yang saling mendukung kemajuan masing-masing.

    “Indonesia dan Malaysia menikmati hubungan yang unik dan bertahan lama. Kita adalah negara tetangga, mitra di ASEAN, dan sahabat dekat yang terus saling mendukung kemajuan dan kemakmuran satu sama lain,” kata Brian.

  3. 3. Indonesia-Malaysia perkuat ASEAN

    IMG_8001.jpeg
    Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Hubungan Indonesia-Malaysia juga memiliki dimensi yang lebih luas melalui ASEAN. Farzamie mengatakan ASEAN merupakan landasan utama kebijakan luar negeri Malaysia.

    Malaysia sebelumnya memegang Keketuaan ASEAN pada 2025 dengan tema Inclusivity and Sustainability. Menurut Farzamie, Malaysia berupaya menjaga sentralitas ASEAN dan memastikan organisasi kawasan tersebut tetap relevan serta mampu merespons tantangan zaman.

    “Kami melihat ASEAN dengan sentralitasnya sebagai inti dari keketuaan kami dan memastikan bahwa ASEAN tetap relevan dan responsif terhadap tantangan zaman kita,” ujar Farzamie.

    Salah satu capaian yang disoroti Malaysia adalah adopsi ASEAN 2045: Our Shared Future beserta empat rencana strategis yang menjadi arah ASEAN untuk dua dekade mendatang.

    Farzamie mengatakan kerangka tersebut akan membantu ASEAN bergerak menuju kawasan yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berorientasi pada masyarakat.

    Malaysia juga menyoroti penerimaan Timor-Leste sebagai anggota ASEAN ke-11 pada KTT ASEAN ke-47 pada Oktober 2025. Keanggotaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan ASEAN dan melengkapi keanggotaan negara-negara Asia Tenggara dalam organisasi kawasan.

    Di bidang ekonomi, Malaysia turut menyoroti penandatanganan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang telah diperbarui sebagai bagian dari penguatan integrasi ekonomi kawasan.

    Farzamie menegaskan Malaysia akan terus bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN, terutama Indonesia, untuk menjaga kawasan tetap kuat dan bersatu.

    “Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan seluruh negara anggota ASEAN, khususnya dengan tetangga dekat dan mitra kami, Indonesia, untuk memastikan ASEAN tetap menjadi kekuatan yang kuat, bersatu, dan berpengaruh bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan kita,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Malaysia atas peringatan National Day ke-60. Ia menyampaikan harapan agar Malaysia terus mencapai kemajuan dan hubungan kedua negara semakin erat.

    Bagi kedua negara, penguatan hubungan bilateral tidak hanya berlangsung melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui pendidikan, pariwisata, industri halal, hingga kerja sama kawasan. Farzamie menekankan bahwa kedekatan Indonesia dan Malaysia perlu terus dijaga melalui dialog dan semangat persahabatan.

    “Kekuatan hubungan Malaysia-Indonesia selalu menjadi inti kerja sama kita untuk menghadapi setiap tantangan dan hambatan melalui dialog, saling menghormati, dengan rasa persatuan dan kekeluargaan. Apa yang menyatukan kita selalu jauh lebih besar daripada apa yang memisahkan kita,” ujar Farzamie.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More