Wamenhaj Minta Petugas Haji Profesional, Gaji hingga Rp1 Juta Sehari

- Ada 13 petugas haji yang dipulangkan
- Petugas haji sakit, tidak disiplin, dan ingin diistimewakan
- Jangan ada petugas haji ingin nebeng naik haji
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk profesional. Sebab, petugas haji dalam bekerja mendapat bayaran.
"Yang publik harus tahu petugas haji ini dibayar loh. Mereka digaji. Jadi saya makanya kan misalnya kita buka untuk 1.000 orang, itu yang daftar bisa 50.000. Kenapa petugas haji itu digaji? Nih kita buka ya, petugas haji itu satu hari sekitar Rp900 ribuan sampai Rp1 juta. Mereka bisa bertugas hampir 70 harian ya? 70 harian," ujar Dahnil usai penutupan Diklat PPIH 2026 di Lapangan Galaxy Makoops Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, Dahnil menyampaikan, menjadi petugas haji tidak mudah, membutuhkan fisik dan disiplin prima. Oleh karena itu, dibutuhkan petugas haji yang siap bekerja, bukan nebeng haji.
"Kalian itu mengemban tiga amanah, amanah dari Allah SWT, amanah dari jemaah haji, dan amanah dari negara. Karena apa? Mereka harus mendedikasikan diri sepenuhnya untuk pelayanan," ucap dia.
1. Ada 13 petugas haji yang dipulangkan

Dahnil menyampaikan, ada 13 petugas haji 2026 yang dipulangkan. Artinya, bukan hanya Chiki Fawzi saja yang dipulangkan oleh Kemenhaj.
"Alhamdulillah konsekuensi dari penerapan disiplin, dedikasi, dan macam-macam itu setidaknya tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat," ujar Dahnil.
2. Ada yang sakit, tidak disiplin dan ingin diistimewakan

Dahnil mengatakan, petugas haji yang dicopot itu ada yang sakit hingga tidak disiplin. Sehingga, panitia kemudian memulangkan mereka.
"Tiga belas orang itu misalnya ada kasus indisipliner, ada kasus pemalsuan absensi. Jadi ada yang pemalsuan absensi dari hari pertama dan hari kesepuluh tidak pernah hadir, tapi kemudian absensinya dipalsukan. Nah itu langsung dicopot," ucap dia.
"Kemudian juga ada yang sakit, sakit tapi tidak ngaku sakit padahal kemudian kita temukan ternyata yang bersangkutan itu sakit yang kronis, misal TBC. Kenapa TBC? A punya dampak yang buruk kepada petugas lain dan jemaah, termasuk yang jantung dan sebagainya," sambungnya.
Selain itu, ada juga petugas yang berperilaku ingin diistimewakan. Padahal, tak ada perlakuan istimewa bagi PPIH.
"Ada yang sakit, ada yang indisipliner, ada yang mau diistimewakan, karena ini tempatnya sama jadi kita tidak ada yang diistimewakan maka kemudian kita copot," kata dia.
3. Jangan ada petugas haji ingin nebeng naik haji

Dalam kesempatan itu, Dahnil kembali mengingatkan agar petugas tidak memiliki niatan berangkat ke Tanah Suci untuk nebeng menunaikan ibadah haji.
"Begini, kalimat pertama yang selalu kami ingatkan itu niatkan dulu jadi petugas. Nah, kalau kemudian selama bertugas itu ada bonus, artinya bonus menunaikan ibadah haji itu bagiannya. Makanya di pelatihan ini ada namanya fikih petugas haji," imbuhnya.





![[QUIZ] Tes Pengetahuanmu, Coba Tebak Nama Menteri Prabowo](https://image.idntimes.com/post/20250530/antarafoto-sidang-kabinet-paripurna-1748585339-e0573784e170be37b04f9c73bfb4a55a.jpg)





![[QUIZ] Tes Pengetahuan Kamu tentang ASEAN, Seberapa Cerdas Dirimu?](https://image.idntimes.com/post/20231003/negara-pendiri-asean-4c7c8478aa9fd52d4154c9fb365a796e-30f1da93e386b868a59e7b38885d334a.png)




