Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Sebut Negara Teluk Kini Ingin Punya Senjata Nuklir
Presiden Prabowo Subianto silaturahmi dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto menyebut eskalasi konflik global meningkat, dengan klaim Iran telah memiliki senjata nuklir dan Saudi Arabia berkeinginan memilikinya.
  • Prabowo menilai perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak 2022 berpotensi lebih lama daripada Perang Dunia I maupun Perang Dunia II karena belum ada perdamaian.
  • Ia juga menyoroti konflik Gaza, Israel-Amerika-Iran hingga Selat Hormuz, perang saudara Myanmar, serta ketegangan Thailand-Kamboja di kawasan yang diharapkan damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 1939

Perang Dunia II dimulai, menurut pernyataan Prabowo.

pertengahan Mei '45

Perang Dunia II berakhir setelah berlangsung sekitar empat hingga lima tahun, menurut Prabowo.

tahun 2022

Perang Rusia-Ukraina dimulai, menurut Prabowo.

31 Juli 2026

Prabowo menyatakan eskalasi konflik global meningkat dan sejumlah negara Teluk ingin memiliki senjata nuklir.

kini

Perang Rusia-Ukraina, konflik Gaza, serta perang yang melibatkan Israel, Amerika, dan Iran disebut masih berlangsung. Prabowo juga menyinggung konflik di Myanmar serta ketegangan Thailand-Kamboja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menyatakan eskalasi konflik global meningkat dan menyebut sejumlah negara Teluk ingin memiliki senjata nuklir.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan kepada pengurus Kadin Pusat dan Daerah; negara yang disebut meliputi Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Istana Negara, Jakarta. Prabowo juga menyinggung konflik di Ukraina, Gaza, Selat Hormuz, Myanmar, serta ketegangan Thailand dan Kamboja.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Jumat, 31 Juli 2026. Prabowo menyebut perang Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak 2022 dan hingga saat ini masih berlanjut.
  • Why?
    Prabowo mengaitkan keinginan negara-negara Teluk memiliki senjata nuklir dengan eskalasi konflik global yang menurutnya terus meningkat.
  • How?
    Dalam pertemuan dengan Kadin, Prabowo memaparkan rangkaian konflik internasional dan menyatakan Indonesia terus mendukung upaya perdamaian, termasuk terkait ketegangan Thailand dan Kamboja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prabowo bilang banyak perang masih terjadi di dunia. Ia berkata Iran disebut punya senjata nuklir, lalu Saudi Arabia ingin punya juga. Ia bilang negara lain mungkin ikut ingin. Perang Rusia dan Ukraina belum selesai sejak 2022. Gaza, Myanmar, Thailand, dan Kamboja juga masih tegang. Indonesia terus membantu mencari damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah gambaran konflik yang meluas dan ketegangan regional, penegasan Prabowo bahwa Indonesia terus mendukung upaya perdamaian menunjukkan adanya orientasi diplomatik yang tetap dijaga. Kesadaran terhadap eskalasi di berbagai kawasan juga menempatkan perdamaian sebagai kepentingan yang semakin relevan bagi negara-negara di sekitar ASEAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, konflik global sudah semakin mengalami peningkatan. Bahkan, kata Prabowo, sejumlah negara teluk kini ingin memiliki senjata nuklir.

"Sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir," ujar Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

"Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," sambungnya.

Prabowo kemudian memprediksi perang Ukraina dengan Rusia akan lebih lama dari Perang Dunia I dan II. Sebab, hingga kini perang tersebut belum berdamai.

"Di benua Eropa perang besar. Perang besar ini di Ukraina ini sudah lebih lama dari Perang Dunia Pertama. Ah ini mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua. Perang Dunia Kedua mulai September 1939 habis itu '40, '41, '42, '43 habis itu pertengahan Mei '45, jadi 5 tahun atau 4, 4 tahun setengah," ucap dia.

Prabowo mengatakan, Perang Ukraina dengan Rusia mulai tahun 2022 dan hingga kini, perang tersebut masih berlangsung.

Mantan Menteri Pertahanan itu juga menyinggung perang di Gaza, Palestina dengan Israel juga masih belum damai. Kini, perang juga terjadi antara Israel, Amerika dan Iran yang merembet ke Selat Hormuz.

"Di kita pun yang kita tidak duga-duga, yang kita anggap ASEAN adalah zona perdamaian, terjadi perang di Myanmar, berkecamuk perang saudara dengan belasan atau puluhan milisi-milisi bersenjata didukung oleh negara-negara lain. Sahabat-sahabat kita Thailand dan Kamboja juga pertempuran yang juga masih penuh dengan ketegangan, kita terus berusaha untuk mendukung upaya-upaya perdamaian," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article