Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Ukraina Dikritik, Tolak Akui Kemerdekaan Kosovo
ilustrasi bendera Kosovo. (unsplash.com/enginakyurt)
  • Kosovo mengkritik Presiden Volodymyr Zelenskyy karena kembali menolak mengakui kemerdekaannya, meski Kosovo menyatakan telah mendukung Ukraina dan rakyatnya selama perang.
  • Dalam kunjungan ke Belgrade, Zelenskyy menegaskan Ukraina tetap menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Serbia serta tidak mengubah sikap terhadap deklarasi kemerdekaan Kosovo.
  • Kunjungan Zelenskyy juga membahas penguatan hubungan ekonomi, termasuk perdagangan bebas, sementara Ukraina disebut berupaya mengamankan pasokan amunisi dari Serbia untuk menghadapi serangan Rusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kosovo mengkritik Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy yang kembali menolak mengakui kedaulatan negaranya pada Sabtu (8/8/2026). Menurutnya, pandangan Ukraina harus dievaluasi karena mengecewakan bagi Kosovo.  

Sejak 2008, Kosovo resmi memisahkan diri dari Serbia. Namun, Ukraina terus menolak secara resmi mengakui kemerdekaan Kosovo dan menetapkannya sebagai pelanggaran integritas teritorial Serbia. 

1. Minta Zelenskyy tunjukkan apresiasi ke Kosovo

ilustrasi bendera Kosovo (unsplash.com/aboodi_vm)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kosovo, Behgjet Pacolli mendorong Zelenskyy agar mengakui kemerdekaan Kosovo. Ia menyebut bahwa Kosovo sudah mendukung Ukraina dan menunjukkan simpati kepada rakyat Ukraina yang terdampak perang. 

Sementara, mantan Menlu Albania, Dltmir Bushati mengatakan bahwa Zelenskyy seharusnya dapat memberikan apresiasi ke Kosovo. Menurutnya, Zelenskyy harus paham bahwa Ukraina sedang menghadapi masalah eksistensial. 

“Kunjungan Zelenskyy ke Serbia ini harus dipahami dalam konteks perjuangan eksistensial yang dihadapi Ukraina. Seharusnya, Zelenskyy lebih mengapresiasi kepada rekan di Eropa Selatan, seperti Kosovo yang mendukung penuh Ukraina,” terangnya, dikutip dari Koha.

2. Zelenskyy pastikan tidak ubah pengakuan pada Kosovo

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President.gov.ua, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Dalam kunjungannya ke Belgrade, Zelenskyy memastikan bahwa posisi Ukraina mengenai Kosovo tidak berubah. Ia menekankan bahwa Ukraina akan menghormati kedaulatan Serbia dan menolak mengakui Kosovo. 

“Kami menghormati integritas teritorial rekan kami. Kami juga menghormati hukum internasional. Mengenai deklarasi kemerdekaan sepihak Kosovo, posisi kami tidak berubah. Kami selalu menekankan kebijakan Ukraina tidak berubah,” ujarnya. 

Selain itu, presiden Ukraina keenam itu mengucapkan terima kasih kepada Serbia yang mengakui integritas dan kedaulatan Ukraina, termasuk Krimea. Sebagai balasan, Ukraina tidak mengubah posisinya soal masalah di Serbia. 

3. Ukraina disebut berniat impor amunisi dari Serbia

ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

Kedatangan Zelenskyy ke Belgrade ini mengenai peningkatan hubungan ekonomi antara Ukraina dan Serbia, termasuk rencana menyetujui perdagangan bebas. Ukraina disebut berniat mengamankan pasokan amunisi dari Serbia dalam menghadapi serangan Rusia. 

Dilansir Deutsche Welle, Peneliti dari European Policy Centre, Srdjan Majstorovic mengatakan bahwa Ukraina mencoba untuk memperluas rekan di Eropa, termasuk negara yang tidak menetapkan sanksi ke Rusia. Sementara, Serbia juga punya kesempatan untuk mengekspor senjata ke Ukraina. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article