Rumania Buka Pangkalan Udara untuk Operasi Militer AS di Iran

- Presiden Rumania menyetujui pembukaan pangkalan udara bagi operasi militer AS melawan Iran, dengan jaminan bahwa peralatan yang dikirim hanya berupa sistem pertahanan tanpa senjata mematikan.
- Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu dipilih sebagai lokasi strategis pengiriman peralatan tempur AS setelah Spanyol menolak penggunaan pangkalannya untuk operasi terhadap Iran.
- Rumania memperkuat kerja sama strategisnya dengan AS dan Prancis melalui keikutsertaan dalam sistem penangkal nuklir NATO guna meningkatkan keamanan nasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rumania, Nicosur Dan mengungkapkan persetujuan membuka pangkalan udara untuk militer Amerika Serikat (AS) dalam melawan Iran. Ia menyebut tidak ada persenjataan AS yang dikirim ke Rumania.
“Dalam pertemuan ketiga Dewan Tinggi Pertahanan Nasional (CSAT), saya meyakinkan bahwa alat-alat tersebut adalah sistem pertahanan, mereka tidak dilengkapi dengan senjata mematikan,” tuturnya, dikutip dari Romania Insider, Kamis (12/3/2026).
Dan menambahkan, pengiriman alat-alat militer tersebut sebagai bagian dari kerja sama strategis Rumania dengan AS. Selain itu, pengiriman ini berada di bawah koordinasi dengan sekutu NATO.
1. Sebut alat-alat militer AS akan tingkatkan keamanan Rumania
Presiden Rumania itu meyakinkan semua pihak bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan persetujuan ini. Menurutnya, alat-alat militer berupa sistem monitor dan alat komunikasi satelit yang dapat meningkatkan keamanan Rumania.
“Peralatan militer tersebut berarti peningkatan keamanan nasional. Warga Rumania tidak perlu khawatir, negara kita aman,” ungkapnya.
Selain pengiriman peralatan militer, pesawat tempur AS juga diperbolehkan mengisi bahan bakar di Rumania. Namun, kebijakan ini masih harus disetujui oleh Parlemen Rumania sebelum disahkan.
2. Rumania menjadi alternatif dari pangkalan Spanyol
Sesuai diskusi CSAT, AS akan mengirimkan peralatan tempurnya ke Rumania untuk sementara waktu. Peralatan tempur tersebut akan dikirimkan ke Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu yang mampu menampung pesawat berbadan besar.
Dilansir United24, pangkalan udara tersebut strategis karena berlokasi 20 km dari Laut Hitam dan berjarak 300 km dari Odessa. Rencana pengiriman peralatan tempur AS ini setelah Spanyol menolak AS menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
3. Rumania terlindungi oleh penangkal nuklir AS
Pekan lalu, Presiden Dan mengungkapkan bahwa Rumania memiliki kerja sama strategis dengan Prancis dan AS. Ia menyebut, negaranya sudah ikut dalam penangkal nuklir AS sebagai bagian dari NATO.
Dilansir The Romania Journal, belum dipastikan terkait sikap Rumania terkait ajakan masuk dalam penangkal nuklir Prancis. Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Toiu mengatakan, ekspansi penangkal nuklir Prancis ini masih dalam tahap awal.
















