Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Kabur, Maria Corina Machado Akhirnya Pulang ke Venezuela
potret pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)
  • Tokoh oposisi dan peraih Nobel Perdamaian 2025, María Corina Machado, pulang ke Venezuela setelah hampir setahun di luar negeri dan disambut pendukung di sebuah gereja di Negara Bagian Lara.
  • Machado berencana mengunjungi korban gempa Juni, tahanan politik, komunitas internasional, serta pemimpin revolusi, sambil mendorong penetapan pemilu yang bebas dan adil.
  • Sebelumnya, Machado tiga kali gagal pulang setelah mengasingkan diri sejak Desember 2025; kepulangannya terjadi setelah demonstrasi oposisi menuntut pemilu dan pergantian rezim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tokoh oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, María Corina Machado, akhirnya pulang ke negaranya setelah hampir setahun mengasingkan diri di luar negeri. Kepulangan Machado ini lantas disambut dengan antusias oleh warga Venezuela yang menjadi pendukungnya di pemerintahan. 

“Saya di sini sekarang. Bersama kalian semua,” tulis Machado dalam sebuah unggahan berbahasa Spanyol di media sosial X pada Minggu (25/10/2026), seperti dikutip Jerusalem Post. 

1. Machado muncul di sebuah gereja di Negara Bagian Lara

Usai sampai di Venezuela, Machado langsung menuju ke Negara Bagian Lara selatan. Di sana, Machado bertemu sejumlah warga Venezuela di sebuah gereja yang terletak di Plaza del Pueblo de Santa Rosa. Dalam sebuah foto yang dirilis tim media pribadinya, terlihat Machado dikerubungi warga Venezuela yang berbondong-bondong menyambut kedatangannya. Mereka juga berebut untuk mengambil foto dan bersalaman dengan rival utama Nicolas Maduro tersebut. 

Eks calon Presiden Venezuela dalam pemilihan umum (pemilu) 2024, Edmundo González, ikut menyambut kedatangan Machado di Venezuela. Ia mengatakan, kedatangan rekan politiknya itu menjadi hal yang sangat penting bagi rakyat Venezuela. 

"Saya sangat gembira mengumumkan kepada Anda bahwa pemimpin kita, María Corina yang terkasih, telah berada di tanah Venezuela. Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi rakyat Venezuela. Suara kedaulatan kita kembali bersamanya untuk memimpin dan membimbing proses ini!" kata González dilansir BBC.

2. Machado akan mengunjungi korban gempa pada Juni lalu

ilustrasi gempa bumi (pixabay.com/Tumisu)

David Molansky, penasihat senior Machado untuk urusan luar negeri, mengatakan, kliennya akan mengunjungi korban gempa Venezuela yang terjadi pada Juni lalu. Selain itu, ia juga akan mengunjungi sejumlah tahanan politik, komunitas internasional, dan sejumlah pemimpin revolusi yang ada di Venezuela.

"Dia akan bekerja secara proaktif untuk menetapkan tanggal pemilihan umum yang bebas dan adil," jelas Molansky. 

Kepulangan Machado ini terjadi usai ribuan warga Venezuela menggelar demo besar di sejumlah kota pada Kamis (22/10/2026) pekan lalu. Dalam demo tersebut, para pengunjuk rasa yang terdiri dari kelompok oposisi mendesak Pemerintah Venezuela yang kini dipimpin Presiden sementara Delcy Rodriguez agar segera menggelar pemilu dan pergantian rezim politik. Mereka ingin Machado naik tahta menjadi Presiden Venezuela yang baru.

3. Machado sempat dilarang pulang oleh Pemerintah Venezuela

potret tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado (flickr.com/Carlos Diaz via commons.wikimedia.org/Carlos Diaz)

Sebelum ini, Machado sempat mengasingkan diri ke luar negeri pada Desember 2025. Ketika itu, ia secara diam-diam kabur ke luar negeri untuk menerima Nobel Perdamaian dari Komite Nobel Norwegia. Padahal, Pemerintah Venezuela ketika itu sudah mencegah Machado untuk pergi ke luar negeri. Selama hampir setahun ini, Machado dikabarkan berada di Panama.  

Pada September lalu, Machado sebetulnya sudah berencana kembali ke Venezuela untuk membantu korban gempa. Namun, ia dilarang pulang oleh Pemerintah Venezuela sehingga rencana tadi urung terjadi. Molansky mengatakan, Machado ketika itu sudah tiga kali mencoba pulang ke Venezuela, tetapi selalu ditolak oleh pemerintah.

Machado sendiri diprediksi akan mencalonkan diri menjadi Presiden Venezuela. Sebab, banyak pihak yang mendukung Machado untuk naik tahta karena dirinya dipercaya bisa mengubah Venezuela menjadi negara yang lebih demokratis. Machado sebelumnya sudah mengusulkan Venezuela harus segera menggelar pemilu setidaknya pada Juli 2027 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article