"Inggris dan Venezuela telah menyetujui niat kami untuk meningkatkan perwakilan kami menjadi Duta Besar. Inggris berpendapat bahwa momen ini membutuhkan keterlibatan pragmatis untuk membantu memajukan transisi yang kredibel dan mendorong reformasi lebih lanjut," jelas Chris Elmore, Menteri Amerika Latin, Kerja Sama Multilateral, dan Hak Asasi Manusia Inggris pada Selasa (15/9/2026), seperti dilansir The Standard.
Inggris Bakal Perbarui Hubungan Diplomatik dengan Venezuela

- Inggris akan menunjuk duta besar di Caracas untuk meningkatkan perwakilan diplomatik dengan Venezuela, yang sebelumnya dipimpin kuasa usaha.
- London menyebut langkah ini sebagai keterlibatan pragmatis demi mendukung transisi kredibel dan reformasi, sementara Venezuela menyambut peluang dialog serta kerja sama.
- Inggris membantah motif politik dalam kebijakan tersebut; sejumlah negara Eropa juga kembali memperbarui hubungan dengan Venezuela setelah Nicolas Maduro ditangkap AS.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris mengatakan akan memperbarui hubungan diplomatik dengan Venezuela. Untuk mewujudkan misi tersebut, London akan segera menunjuk Duta Besar (Dubes) untuk mewakili urusan diplomatik mereka di Caracas. Sebelumnya, wakil diplomatik Inggris di Venezuela hanya dipimpin oleh seorang Kuasa Usaha yang levelnya di bawah Dubes.
1. Venezuela menyambut baik pembaruan hubungan diplomatik dengan Inggris

potret bendera Venezuela (pexels.com/Alex Dos Santos) Pembaruan hubungan diplomatik ini disambut baik oleh Venezuela. Dalam pernyataannya, Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela untuk Kawasan Eropa dan Amerika Utara, Oliver Blanco, mengatakan, keputusan tersebut akan memberi dampak positif bagi hubungan kedua negara.Â
"Kami menegaskan kembali kesediaan kami untuk memperdalam dialog yang saling menghormati dan konstruktif serta untuk mempromosikan kerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama bagi negara kita dan untuk memajukan pemulihan sumber daya yang merupakan hak milik rakyat Venezuela," kata Blanco dalam sebuah unggahan di X dikutip Jerusalem Post.
2. Inggris diduga ingin memuluskan upaya Venezuela jadi negara demokratis

ilustrasi negara demokratis (unsplash.com/Fred Moon) Sejumlah pihak menduga pembaruan hubungan diplomatik ini merupakan upaya Inggris untuk memuluskan transisi pemerintahan Venezuela menjadi negara yang lebih demokratis. Sebab, Inggris memang menjadi salah satu negara yang mendukung gagasan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di Venezuela usai Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat (AS) pada awal 2026 lalu.
Namun, Inggris membantah dugaan tersebut. London menjelaskan, pembaruan hubungan diplomatik dengan Caracas sama sekali tidak ditunggangi unsur politik apa pun. Sebab, keputusan ini murni untuk memperkuat hubungan kedua negara dan untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.
3. Sejumlah negara memperbarui hubungan diplomatik dengan Venezuela usai Maduro lengser

potret eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (commons.wikimedia.org/Fabio Rodrigues Pozzebom) Sejak Maduro lengser dari jabatannya karena ditangkap AS, sejumlah negara Eropa mulai kembali memperbarui hubungan diplomatiknya dengan Venezuela. Sebab, mereka menilai Venezuela akan menjadi negara yang lebih baik di bawah tampuk kepemimpinan Rodriguez.Â
Sebagai informasi, Maduro ditangkap oleh pasukan militer AS bersama sang istri, Cilia Flores, di Ibu Kota Caracas pada Januari lalu. Penangkapan ini terjadi karena Maduro diduga melakukan perdagangan narkoba lintas batas ke sejumlah negara di Benua Amerika, termasuk ke AS. Presiden AS, Donald Trump, menyebut tindakan ini sebagai Narco Terrorism. Maduro dan istrinya saat ini sedang menjalani persidangan di AS.
Sumber
https://www.jpost.com/international/article-908702
https://www.thestandard.com.hk/world/article/342885/Britain-to-appoint-ambassador-to-Venezuela
https://www.gov.uk/world/organisations/british-embassy-venezuela.es-419
https://www.abc.net.au/news/2026-01-04/who-is-nicolas-maduro-explained/106196820






















