Jakarta, IDN Times - Aksi unjuk rasa menentang pemerintah di Albania terus berlanjut hingga memasuki hari ketujuh pada Senin (19/10/2026). Protes yang berawal dari keluhan mahasiswa terkait mahalnya biaya kuliah ini meluas menjadi kemarahan masyarakat terhadap masalah korupsi dan tingginya biaya hidup.
Kekecewaan warga yang kian memuncak tersebut bahkan berujung pada desakan agar para menteri di kabinet segera mengundurkan diri. Menyikapi situasi yang makin memanas, Perdana Menteri Albania, Edi Rama, kembali menawarkan ruang dialog terbuka tanpa syarat kepada para demonstran.
