Serangan Brutal di Pasar Desa Niger, 30 Orang Tewas di Nigeria

- Serangan brutal di Pasar Kasuwan Daji, Nigeria, menewaskan 30 orang dan membakar pasar serta menculik sejumlah penduduk.
- Kelompok bersenjata datang dari hutan Taman Nasional yang berbatasan langsung dengan Distrik Kabe, menunjukkan rapuhnya keamanan di wilayah pedalaman Nigeria.
- Penyelidikan lanjutan sedang berlangsung untuk melacak para pelaku serta memastikan kondisi keamanan di wilayah sekitar. Wilayah tersebut kerap dijadikan basis persembunyian kelompok bersenjata yang melakukan serangan terhadap warga, pasar, dan fasilitas umum.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 30 orang tewas setelah kelompok bersenjata menyerang sebuah pasar desa di Distrik Kabe, wilayah Borgu, Negara Bagian Niger, Nigeria. Serangan brutal itu terjadi saat aktivitas perdagangan berlangsung dan menambah daftar panjang kekerasan di wilayah pedesaan negara tersebut.
Kepolisian setempat menyatakan, para pelaku menyerbu Pasar Kasuwan Daji di Desa Demo pada Sabtu (3/1/2026) sore. Selain menewaskan puluhan warga, penyerang juga membakar pasar, menjarah kios-kios, serta menculik sejumlah penduduk.
Serangan tersebut dikonfirmasi Kepolisian Negara Bagian Niger pada Minggu (4/1/2026). Aparat menyebut kelompok bersenjata datang dari kawasan hutan Taman Nasional yang berbatasan langsung dengan Distrik Kabe.
Insiden ini kembali menyoroti rapuhnya keamanan di wilayah pedalaman Nigeria, yang dalam beberapa bulan terakhir kerap menjadi sasaran kelompok teroris dan bandit bersenjata.
1. Pasar dibakar, warga diculik
Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan serangan terjadi pada Sabtu sore, namun laporan baru diterima polisi pada malam harinya.
“Pada 3 Januari 2026, sekitar pukul 21.00, kami menerima informasi bahwa sekitar pukul 16.30 di hari yang sama, kelompok bandit yang diduga berasal dari hutan Taman Nasional di sepanjang Distrik Kabe menyerbu Pasar Kasuwan Daji yang terletak di Desa Demo,” ujar Abiodun dalam pernyataan resmi, dikutip dari Anadolu, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku membakar pasar, menjarah toko-toko, dan membawa kabur bahan makanan milik pedagang serta warga setempat. Api yang melahap pasar menyebabkan kerusakan parah dan memicu kepanikan massal.
Selain korban tewas, Abiodun menyebut sejumlah warga juga diculik dalam serangan tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci jumlah korban penculikan.
“Beberapa orang juga diculik. Upaya untuk menyelamatkan para korban penculikan sedang berlangsung,” katanya.
2. Aparat temukan lebih dari 30 korban jiwa.
Tim gabungan aparat keamanan dikerahkan ke lokasi kejadian pada Minggu pagi untuk melakukan penyisiran dan pendataan korban. Hasil awal menunjukkan besarnya skala kekerasan yang terjadi.
“Tim keamanan gabungan yang mengunjungi lokasi pada Minggu pagi mengonfirmasi bahwa lebih dari 30 orang kehilangan nyawa dalam serangan tersebut,” kata Abiodun.
Pihak kepolisian belum merinci identitas para korban, apakah seluruh korban merupakan warga sipil. Hingga kini, proses identifikasi korban masih terus dilakukan.
Kepolisian juga menyatakan, penyelidikan lanjutan sedang berlangsung untuk melacak para pelaku serta memastikan kondisi keamanan di wilayah sekitar.
“Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujar Abiodun, tanpa memberikan tenggat waktu lebih lanjut.
3. Kekerasan berulang di negara bagian Niger
Negara Bagian Niger dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan serangan kelompok teroris, khususnya di daerah pedesaan yang dekat dengan kawasan hutan dan taman nasional.
Wilayah-wilayah tersebut kerap dijadikan basis persembunyian kelompok bersenjata yang melakukan serangan terhadap warga, pasar, dan fasilitas umum.
Sebelumnya, pada 21 November 2025, lebih dari 300 murid dan pelajar diculik dari Sekolah Dasar dan Menengah Katolik Swasta St. Mary di Papiri, wilayah Agwara, Negara Bagian Niger.
Sekitar 50 murid berhasil melarikan diri pada hari pertama penculikan. Pemerintah federal Nigeria kemudian berhasil membebaskan 100 pelajar lainnya, sebelum akhirnya seluruh korban penculikan dinyatakan bebas pada 21 Desember, menurut Menteri Informasi Mohammed Idris.
Serangan terbaru di Pasar Kasuwan Daji ini kembali menegaskan tantangan besar yang dihadapi Nigeria dalam mengamankan wilayah pedesaan dari ancaman kelompok teroris bersenjata.


















