Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PM Hungaria Tuduh Ukraina Halangi Pasokan Minyak ke Negaranya

PM Hungaria Tuduh Ukraina Halangi Pasokan Minyak ke Negaranya
potret Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban (commons.wikimedia.org/European Union)
Intinya Sih
  • Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, menuduh Ukraina sengaja memblokade pipa minyak Druzhba dari Rusia, yang menyebabkan pasokan minyak ke Hungaria dan Slovakia terhenti.
  • Untuk mengatasi blokade tersebut, Hungaria meminta bantuan Kroasia agar bisa menyalurkan minyak lewat pipa Adriati, namun permintaan itu ditolak karena dianggap tidak darurat.
  • Hungaria tercatat sebagai pengimpor minyak terbesar dari Rusia di Uni Eropa, sehingga kebijakan ini menuai kritik dan mendorong rencana larangan impor energi Rusia oleh Uni Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, menuduh Ukraina telah sengaja menghalangi pasokan minyak dari Rusia untuk negaranya. Tuduhan tersebut disampaikan Orban pada Rabu (25/2/2026).

Tidak lama setelah melontarkan tuduhan tersebut, Orban langsung memerintahkan pasukan militer untuk berjaga di fasilitas energi utama yang ada di Hungaria. Ini bertujuan untuk mencegah serangan Ukraina terhadap fasilitas energi yang ada di sana.

"Oleh karena itu, aku telah memerintahkan penguatan perlindungan untuk infrastruktur energi kritis. Ini berarti bahwa kita akan mengerahkan tentara dan peralatan yang diperlukan untuk menangkis serangan di dekat fasilitas energi utama. Polisi akan berpatroli dengan jumlah pasukan yang ditingkatkan di sekitar pembangkit listrik, stasiun distribusi, dan pusat kendali yang telah ditentukan," kata Orban, seperti dilansir DW.

1. Tuduhan dilontarkan untuk merespons blokade pipa minyak dari Ukraina

Ilustrasi pipa minyak dan gas.
ilustrasi pipa minyak dan gas (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Tuduhan ini dilontarkan Orban untuk merespons tindakan blokade Ukraina terhadap pipa minyak Druzhba pada pekan lalu. Pipa Druzhba sendiri merupakan saluran yang biasa digunakan oleh Rusia untuk memasok minyak dan gas ke Hungaria dan Slovakia. Imbas blokade ini, Rusia jadi tidak bisa mengirim minyak ke Hungaria dan Slovakia sehingga kedua negara tersebut jadi kekurangan minyak. 

Menurut Orban, blokade yang dilakukan oleh Ukraina murni berlandaskan alasan politis, bukan teknis. Sebab, menurutnya, Ukraina memang dengan sengaja menghambat pasokan minyak dari Rusia ke Hungaria dengan memblokade pipa Druzhba yang ada di wilayahnya.

Orban sendiri sebetulnya tidak memberikan bukti konkret yang bisa memperkuat tuduhannya terhadap Ukraina. Namun, ia tetap bersikukuh menuduh Kyiv telah menghambat pasokan minyak ke negaranya karena alasan politis. 

2. Hungaria sudah meminta bantuan Kroasia untuk mengatasi blokade Ukraina

Bendera Kroasia sedang berkibar.
potret bendera Kroasia (pexels.com/Walder)

Untuk mengatasi blokade Ukraina, Hungaria sebetulnya sudah meminta bantuan dari Kroasia agar bisa mendapatkan suplai minyak dari pipa Adriati yang ada di wilayahnya. Ini dilakukan sebagai upaya Hungaria untuk menghindari krisis energi imbas blokade Ukraina.

Caranya, Rusia akan mengirim minyak menggunakan kapal tanker ke Pelabuhan Omisalj yang ada di Kroasia. Setelah sampai di sana, barulah minyak dari Rusia akan langsung diedarkan ke Hungaria dan Slovakia lewat pipa Adriati.

Namun, Kroasia menolak permintaan tersebut. Sebab, Kroasia menilai Hungaria tidak sedang mengalami krisis energi akut karena blokade yang dilakukan oleh Ukraina. 

3. Hungaria merupakan negara pengimpor minyak tertinggi dari Rusia

Suasana tambang minyak pada malam hari.
ilustrasi tambang minyak (unsplash.com/Maria Lupan)

Sebagai informasi, Hungaria merupakan negara dengan jumlah impor minyak tertinggi dari Rusia. Menurut laporan Al Jazeera pada Oktober 2025, jumlah impor minyak Budapest dari Moskow mencapai angka 416 juta euro (Rp8,3 triliun).

Tingginya pembelian minyak Rusia oleh Hungaria ini menuai kecaman keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebab, menurut Trump, pembelian minyak Rusia oleh negara-negara Uni Eropa akan membuat Vladimir Putin jadi punya banyak dana untuk terus menyerang Ukraina.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Uni Eropa berencana melarang negara-negara anggotanya untuk membeli minyak dari Rusia. Ini dilakukan agar negara-negara Uni Eropa, khususnya Hungaria, tidak terus membeli minyak dari Rusia. Jika Rusia kehilangan pelanggan utama minyaknya, maka mereka akan kehilangan banyak dana untuk terus menginvasi Ukraina. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More