Trump Ancam Wapres Venezuela jika Tak Patuhi Perintah AS

- Donald Trump mengancam akan melakukan serangan militer lagi ke Venezuela.
- Delcy Rodriguez tak akan patuh kepada Donald Trump.
- Menteri Luar Negeri AS mengecam pernyataan Delcy Rodriguez.
Jakarta, IDN Times - Donald Trump memberikan ancaman kepada Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, jika tak mau mematuhi perintah AS untuk memperbaiki pemerintahan di negaranya usai rezim Nicolas Maduro jatuh. Ancaman ini dilontarkan Trump karena Rodriguez mengutuk serangan AS ke Venezuela untuk menangkap Maduro pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
“Jika dia (Delcy Rodriguez) tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal. Mungkin lebih mahal daripada Maduro,” kata Trump saat melakukan wawancara bersama majalah The Atlantic pada Minggu (4/1/2026), seperti dilansir The New York Post.
Saat ini, Rodriguez sudah ditunjuk untuk mengambil alih roda pemerintahan Venezuela. Ia ditunjuk menjadi pemimpin sementara Venezuela pada Sabtu siang atau beberapa jam setelah Maduro dan istrinya ditangkap pasukan militer AS di Ibukota Caracas.
1. Donald Trump juga mengancam akan melakukan serangan militer lagi ke Venezuela

Dalam wawancara terpisah, Donald Trump juga mengancam akan melakukan hal yang lebih gila kepada Venezuela. Trump mengatakan, dirinya akan melakukan serangan militer kedua kepada Venezuela jika mereka tak mau bekerja sama dengan AS untuk membersihkan pemerintahan dari tangan-tangan kotor seperti Nicolas Maduro.
Dalam wawancara itu, Trump juga memperingatkan Meksiko dan Kolombia untuk segera menghentikan perdagangan narkoba internasional seperti yang sudah dilakukan Venezuela. Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang kedua negara tersebut seperti dirinya menyerang Venezuela.
“Operasi militer di Kolombia terdengar bagus bagiku,” kata Trump kepada awak media di dalam Pesawat Air Force One pada Minggu dilansir The Strait Times.
2. Delcy Rodriguez tak akan patuh kepada Donald Trump

Meski sudah diancam Donald Trump, Delcy Rodriguez sebagai pemimpin baru Venezuela rupanya tak gentar. Ia mengatakan tak akan menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dan akan tetap menjalankan roda pemerintahan Venezuela tanpa pengaruh siapa pun.
Bahkan, Rodriguez juga menegaskan ia akan mempertahankan cadangan minyak Venezuela yang berlimpah dari tangan AS. Sebab, ia menilai salah satu tujuan Trump menangkap Nicolas Maduro adalah untuk merebut cadangan minyak dari Venezuela.
“Kami telah memperingatkan bahwa agresi sedang berlangsung dengan dalih dan kedok palsu dan bahwa topeng-topeng itu telah terlepas. Itu mengungkapkan bahwa hanya ada satu tujuan, yakni perubahan rezim di Venezuela,” katanya Rodriguez merespons penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan militer AS dilansir The New York Post.
3. Menteri Luar Negeri AS mengecam pernyataan Delcy Rodriguez

Pernyataan tersebut lantas menuai respons dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Ia mengatakan AS tak akan bekerja sama dengan Venezuela di bawah kepemimpinan Delcy Rodriguez.
Sebab, ia menganggap kepemimpinan Rodriguez hanya akan melahirkan malapetaka yang sama di Venezuela, seperti yang sudah dilakukan Nicolas Maduro. Apalagi, Rodriguez juga merupakan pendukung setia Maduro yang berjanji akan terus mempertahankan rezimnya dari tangan asing seperti AS.
Oleh karena itu, Rubio mendesak Pemerintah Venezuela untuk melakukan pemilihan presiden dalam waktu dekat. Ini bertujuan agar Venezuela tak mengalami kekosongan pemimpin. Sebab, AS, kata Rubio, tak akan pernah mengakui pemerintahan Venezuela yang dipimpin oleh Maduro dan Rodriguez.



















