Update Haji: 20 Ribu Jemaah asal Indonesia telah Tiba di Arab Saudi

- Sebanyak 20.330 jemaah haji Indonesia dari 52 kloter telah tiba di Madinah, termasuk hampir empat ribu lansia, menandai padatnya fase kedatangan gelombang pertama.
- Hari keempat kedatangan berlangsung maraton hampir 24 jam, dengan kloter dari berbagai embarkasi seperti Solo, Surabaya, dan Jakarta mendarat bergantian di Bandara Madinah.
- Pemerintah fokus mengawal ratusan lansia dan penyandang disabilitas menuju hotel dekat Masjid Nabawi, sementara satu jemaah sempat tidak sadarkan diri namun segera ditangani tim kesehatan.
Madinah, IDN Times - Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Abdulaziz, Madinah, terus meningkat. Hingga Sabtu (25/4) pagi pukul 08.00 waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 52 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.330 jemaah telah tiba, termasuk 3.972 jemaah lanjut usia (lansia).
Memasuki hari keempat fase kedatangan gelombang pertama, mobilitas kedatangan tamu Allah di Tanah Suci semakin padat. Hari ini sebanyak 6.227 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas kloter dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.
Berdasarkan dokumen Rencana Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I, ribuan jemaah tersebut tergabung ke dalam 16 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia. Embarkasi tersebut meliputi Solo (SOC), Makassar (UPG), Surabaya (SUB), Yogyakarta (YIA), Padang (PDG), Kertajati (KJT), Medan (KNO), Palembang (PLM), serta Jakarta (JKS dan JKB).
1. Kedatangan sepanjang hari pagi, siang, dan malam

Proses pendaratan 16 kloter ini akan berlangsung secara maraton hampir selama 24 jam penuh. Rombongan pertama yang menyentuh landasan pacu Madinah pada hari ini adalah jemaah dari kloter Solo (SOC 9) yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA-6109), mendarat pada pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kedatangan tersebut akan terus disusul oleh belasan kloter lainnya secara bertahap. Rangkaian pendaratan hari keempat ini direncanakan akan ditutup oleh kedatangan kloter Surabaya (SUB 13) dengan maskapai Saudia Airlines (SV-5247) pada pukul 23.30 WAS menjelang tengah malam.
Terdapat satu catatan penting terkait perubahan operasional penerbangan pada jadwal hari ini. Jemaah asal embarkasi Jakarta (JKB 4) mengalami perubahan nomor penerbangan udara, dari yang sebelumnya menggunakan pesawat GA-6114, diubah menjadi GA-7305. Rombongan ini dijadwalkan mendarat pada pukul 23.00 WAS.
2. Kawal ratusan lansia menuju hotel

Di antara ribuan jemaah yang tiba, terdapat perhatian khusus yang harus diberikan kepada kelompok rentan. Data jadwal menunjukkan bahwa ratusan jemaah yang mendarat hari ini masuk ke dalam kategori lanjut usia (lansia), dengan jumlah terbanyak berada di kloter Yogyakarta (YIA 3) yang membawa 121 lansia, serta Padang (PDG 2) dengan 115 lansia. Selain itu, terdapat pula sejumlah jemaah penyandang disabilitas di beberapa kloter.
Setiap kloter dikawal ketat oleh lima petugas pendamping yang terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), serta Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), guna memastikan seluruh jemaah, khususnya lansia dan disabilitas, mendapatkan penanganan yang aman dan nyaman.
Setibanya di bandara dan melewati proses keimigrasian, jemaah akan langsung diantarkan menggunakan armada bus menuju hotel masing-masing yang tersebar di lima sektor di Madinah. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah akomodasi yang berlokasi strategis di dekat Masjid Nabawi, di antaranya Durrat Al Eiman Hotel, Shaza Regency Plaza, Grand Plaza Almadinah, Taba Alsalam, hingga Taj Ward Hotel.
3. 20 ribu jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi

Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Abdulaziz, Madinah, terus meningkat. Hingga Sabtu (25/4) pagi waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 52 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.330 jemaah telah tiba, termasuk 3.972 jemaah lanjut usia (lansia).
Sementara itu, pada Sabtu pagi, satu jemaah lainnya dilaporkan tidak sadarkan diri saat tiba di Madinah. Penanganan segera dilakukan secara kolaboratif antara tim kesehatan Arab Saudi dan tim kesehatan haji Indonesia.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Basir, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di bandara.
“Kalau yang di Madinah nanti bisa dikonfirmasi ke tim KKHI Madinah, jumlah yang sakit dan meninggal dunia,” jelasnya.
Selain itu, Abdul Basir juga mengingatkan pentingnya kesiapan ibadah bagi jemaah setibanya di Madinah. Ia menyoroti adanya satu rombongan yang belum melaksanakan salat fardhu saat tiba, padahal waktu salat hampir habis.
“Harapannya jemaah yang turun dari pesawat sudah menyelesaikan salat fardhunya,” ujarnya.















![[Wawancara Khusus] AS Buru Kapal Iran di Selat Malaka, Perang Meluas?](https://image.idntimes.com/post/20260424/upload_233b36114758b4e8e3f47609b73064df_7fc42fc0-4308-4a5b-bccc-18b0a286fd10.png)


