Jakarta, IDN Times – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara baru ke wilayah Iran pada Kamis (11/6/2026). Aksi tersebut membuat Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kesepakatan gencatan senjata yang berlaku saat ini pada dasarnya sudah tak memiliki arti lagi.
Konflik yang berlangsung selama tiga bulan itu bermula dari serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Gencatan senjata sempat tercapai pada April dan menghentikan pertempuran besar, tetapi negosiasi damai permanen terus menemui hambatan. Sejumlah bentrokan kecil di lapangan juga terus menguji kesepakatan tersebut hingga kembali pecah pada hari ini.
