Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

WHO: Fasilitas Kesehatan Lebanon Lumpuh akibat Serangan Israel

WHO: Fasilitas Kesehatan Lebanon Lumpuh akibat Serangan Israel
Rumah sakit yang hancur akibat serangan. (unsplash.com/victor asensio)
Intinya Sih
  • WHO melaporkan banyak fasilitas kesehatan di Lebanon lumpuh akibat serangan Israel, termasuk rumah sakit dan ambulans yang menjadi sasaran langsung.
  • Israel terus menggempur Lebanon sejak awal Maret 2026 untuk membasmi Hizbullah, meski upaya negosiasi dari pemerintah Lebanon belum membuahkan hasil.
  • Serangan Israel telah menewaskan lebih dari seribu orang, melukai ribuan lainnya, serta memaksa jutaan warga mengungsi dan membuat puluhan rumah sakit rusak berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (27/3/2026) mengeluarkan laporan terbaru soal dampak serangan Israel di Lebanon. Dalam laporan tersebut, mereka menyebut banyak fasilitas layanan kesehatan di Lebanon yang telah lumpuh akibat serangan Israel.     

Serangan Israel memang kerap menyasar fasilitas publik yang ada di Lebanon. Salah satunya adalah fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit. Terbaru, Israel melakukan serangan drone ke sebuah ambulans yang ada di Lebanon selatan pada Sabtu (28/3/2026). Serangan tersebut menewaskan 1 orang dan melukai 4 lainnya.  

1. Israel sudah menyerang Lebanon sejak awal Maret 2026

Ledakan terjadi di tengah kota.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026 lalu. Israel menyerang Lebanon untuk membasmi milisi Hizbullah yang bermarkas di Beirut. Sebab, mereka telah membantu Iran untuk berperang melawan AS dan Israel.

Meski murni ditujukan ke Hizbullah, serangan Israel ini rupanya juga mengenai warga dan berbagai fasilitas publik yang ada di Lebanon. Hal ini membuat banyak korban berjatuhan dan fasilitas publik ikut hancur. 

Sebetulnya, Pemerintah Lebanon sudah berupaya untuk bernegosiasi dengan Israel agar serangan segera dihentikan. Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan lebih lanjut soal negosiasi tersebut. 

2. Israel bakal terus menyerang Lebanon

Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/Hudson Institute via commons.wikimedia.org/Hudson Institute)

Hingga saat ini, Israel juga masih menyerang Lebanon. Sebab, mereka benar-benar ingin menghabisi Hizbullah. Bahkan, Israel juga berencana untuk mengambil alih wilayah Lebanon selatan. Langkah ini dilakukan karena Israel ingin menjadikan Lebanon selatan sebagai wilayah penyangga untuk bertahan dari serangan Iran.  

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan akan terus menyerang Lebanon hingga berhasil membasmi seluruh anggota Hizbullah. Itu berarti, serangan Israel di Lebanon masih akan berlanjut. 

"Israel akan terus melakukan serangan, baik di Iran maupun di Lebanon," tegas Netanyahu dalam pernyataannya yang termuat di video singkat.

3. Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon sudah mencapai ribuan orang

Batu nisan di kuburan.
ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Brett Sayles)

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan setidaknya 1.142 orang. Sementara itu, 3.315 orang lainnya mengalami luka-luka. Menurut otoritas setempat, jumlah tersebut bisa meningkat jika Israel terus melancarkan serangan. 

Di sisi lain, jutaan warga Lebanon lainnya juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari perang yang sedang berlangsung. Sebagian mengungsi di dalam negeri dan sebagian lainnya ada juga yang mengungsi di negara-negara tetangga. 

Serangan Israel juga telah membuat sembilan rumah sakit di Lebanon rusak. Sementara itu, 50 rumah sakit lainnya terpaksa tutup karena mengalami kerusakan yang sangat parah akibat diserang Israel.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More