Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Ingin Lebanon Ikut Jika Ada Gencatan Senjata dengan AS-Israel

Iran Ingin Lebanon Ikut Jika Ada Gencatan Senjata dengan AS-Israel
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
Intinya Sih
  • Iran menegaskan ingin Lebanon dilibatkan dalam kesepakatan gencatan senjata dengan AS dan Israel agar serangan terhadap Lebanon juga dihentikan.
  • Pemerintah Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS karena dianggap hanya menguntungkan pihak Amerika dan tidak adil bagi Iran.
  • Perang antara Iran, AS, dan Israel masih berlanjut hingga memasuki pekan keempat, dengan konflik yang kini turut meluas ke wilayah Lebanon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran ingin Lebanon diikutsertakan jika ada kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Sebab, Iran ingin AS dan Israel juga berhenti menyerang Lebanon jika memang ada kesepakatan gencatan senjata.   

“Iran memprioritaskan Lebanon. Mereka tidak akan menerima pelanggaran Israel di Lebanon seperti yang terjadi setelah gencatan senjata pada 2024,” kata seorang sumber internal Pemerintah Iran pada Rabu (25/3/2026), seperti dilansir The Strait Times, Kamis (26/3/2026). 

1. Iran menolak proposal gencatan senjata dari AS

Donald Trump sedang berkampanye.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Menurut seorang pejabat senior Iran yang enggan disebut namanya, Iran saat ini juga sedang berupaya untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Ia mengatakan, Iran benar-benar ingin perang berakhir agar konflik tidak menyebar ke seluruh negara di Kawasan Timur Tengah, terutama ke Lebanon. 

Untuk mengakhiri perang, AS sebetulnya sudah memberikan proposal gencatan senjata kepada Iran pada Selasa (24/3/2026) lalu. Namun, setelah melakukan peninjauan, Iran memutuskan untuk menolak proposal tersebut. Sebab, mereka menilai proposal tersebut hanya menguntungkan AS saja.   

“Proposal AS sangat maksimalis dan tidak masuk akal. Proposal itu tidak indah bahkan di atas kertas sekalipun," kata seorang pejabat Iran dilansir Al Jazeera.

2. Iran membantah telah bernegosiasi dengan AS

Seorang sedang berjabat tangan.
ilustrasi negosiasi (unsplash.com/Cytonn Photography)

Selain mengajukan proposal gencatan senjata, Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya juga mengklaim pihaknya telah bernegosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang. Ia juga menyebut negosiasi dengan Iran berjalan lancar.

Namun, seorang pejabat kongres Iran yang tidak disebut namanya membantah klaim tersebut. Ia mengatakan, Iran sama sekali tidak bernegosiasi dengan AS dan Trump. Ia juga menyebut Trump sama sekali tidak memberikan rencana terkait kapan proses negosiasi akan dilakukan.   

“Tidak ada rencana, strategi, atau tujuan akhir yang dibagikan, dan mereka tidak memberikan jawaban apa pun. Tidak jelas apakah memang tidak ada rencana atau ada rencana, tetapi mereka tidak mau membagikannya kepada anggota,” kata salah satu pejabat kongres Iran dilansir CNBC.

3. Perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Ketidakjelasan ini membuat perang antara Iran dengan AS dan Israel terus berlanjut. Bahkan, perang kini sudah memasuki pekan ke-4 alias sudah berjalan sebulan. Terlebih, perang kini juga sudah menyebar ke negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk Lebanon. 

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon sejak awal Maret 2026 lalu. Saat itu, Israel menyerang Lebanon untuk membasmi milisi Hizbullah yang membantu Iran melawan mereka dan AS. 

Beberapa waktu lalu, Israel berencana untuk mengambil alih wilayah Lebanon selatan. Mereka ingin menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah penyangga (buffer zone) untuk membantu berperang melawan Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More