[OPINI] Belajar dari "Larasati", Istri Arjuna dalam Tangani COVID-19
![[OPINI] Belajar dari "Larasati", Istri Arjuna dalam Tangani COVID-19](https://image.idntimes.com/post/20200512/screenshot-20200512-115734-chrome-7c5e8e7ba133b14b101c16ff5caa3d77.jpg)
Gejolak tengah terjadi di salah satu daerah di Pulau Jawa dalam menangani COVID-19. Adu kebijakan dan saling tuduh menjadi perbincangan hangat dalam pekan ini. Jauh dari hal tersebut, ada baiknya mengaca kepada salah satu tokoh pewayangan "Larasati". Memang tak terkenal bak Srikandi karena dia punya porsinya sendiri.
Larasati ialah salah satu istri Arjuna. Dia juga akrab dengan panggilan Dewi Rarasati yang merupakan putri raja di Kerajaan Madura. Akibat skandal, dia pun terbuang. Dia juga bisa disebut sebagai guru dari Srikandi. Kejadian Srikandi berguru ke Larasati ini bermula dari Arjuna yang mengajak Srikandi berlatih panah. Kala itu, Srikandi sesumbar bahwa dialah perempuan paling mahir memanah di jagad raya.
Melihat semangat salah satu istrinya ini, lantas Arjuna memanggil Larasati. Dibanding dengan Srikandi, Larasati tidak terlihat memiliki imu kanuragan. Perawakannya biasa dan tingkah polanya seakan tidak memiliki keahlian dalam berperang. Tapi ternyata dia memiliki keahlian memanah sekelas Arjuna.
Tak menunggu waktu lama, sang suami pun meminta mereka adu keahlian. Srikandi semakin bersemangat dan sesumbar akan mengalahkan Larasari dengan mudah. Sementara Larasati tidak memperlihatkan gelagat mengumbar maupun memarkean kecakapannya dalam memanah.
Keduanya pun segera beradu panah di depan Arjuna. Seperti yang bisa ditebak, Srikandi kalah telah dari Larasati. Kekalahan ini membuat Srikandi sadar diri dan berguru ke Larasati. Meski porsi Larasati tak banyak dibanding Srikandi dalam perang Baratayuda, dia memiliki peran dan pesan sarat makna.
Kerendahan hati menjadi hal utama yang dipetik dari tokoh pewayangan Larasati. Meski menjadi seorang putri raja dan istri Arjuna, dia tidak menunjukkan sikap penguasa. Dia juga memakai keahliannya di saat hal krusial saja. Bak ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk. Begitulah Larasati.
Maka sudah seharusnya, kepala daerah yang bertikai dalam penanganan COVID-19 sadar diri. Mengaca pada Larasati, mereka harus rendah hati. Tidak perlu memperlihatkan adu kebijakan diapresiasi masyarakat. Karena yang dibutuhkan sekarang ialah solusi dan solusi agar terbebas dari belenggu pandemik.
Tak perlu adu gengsi, masyarakat sudah cerdas dan tahu mana yang bekerja secara tulus. Ayo tuntaskan COVID-19 dengan cara berkolaborasi agar penanganannya mulus. Cepat sembuh bagi yang sakit. Tetap sehat bagi yang baik-baik saja.
![[OPINI] Benarkah Era Emas Drakor Sudah Berakhir?](https://image.idntimes.com/post/20260504/ezgif-2556f88541f3702d_88dd81c5-1f9c-484d-8863-12693da682d4.jpg)
![[OPINI] Mengapa Pikiran Kita Sering Keliru Memahami Kebenaran?](https://image.idntimes.com/post/20260305/upload_5cf51353f5431a6e798f2b0e795d499a_52bc9cc4-4746-457b-9a8e-610265658781.jpg)
![[OPINI] Kritik Eksistensialis Eka Kurniawan dalam Novel O](https://image.idntimes.com/post/20260414/img_20260414_101621_2eeabc49-bb57-4058-84c6-ad8fc19ed18f.png)
![[OPINI] Normalisasi Calo: Apakah Kita Sedang Merawat Budaya Korupsi Kecil?](https://image.idntimes.com/post/20260408/booking-hotel-reservation-travel-destination-concept_fb3e0906-0b68-4c99-925f-ca9afd578bae.jpg)
![[OPINI] Saat Family Man Diapresiasi, Kenapa Independent Woman Dipertanyakan?](https://image.idntimes.com/post/20260414/kenapa-family-man-dipuji-tapi-independent-woman-tidak_453012d5-3693-49b6-a09c-51af06d52b7b.jpg)
![[OPINI] Lelaki Harimau: Amis Darah di Balik Estetika Prosa Eka Kurniawan](https://image.idntimes.com/post/20260404/lelaki-harimau-eka-kurniawan_36a7cbd9-63a8-49da-aec5-8c89cc8bb3f6.jpg)
![[OPINI] Beriman Tanpa Marah, Bertoleransi Tanpa Syarat](https://image.idntimes.com/post/20260409/pexels-usman-hadi-wijaya-2158214120-35422495_d42c916b-ae8a-4169-a41e-329f8e376c76.jpg)
![[OPINI] Makan Bergizi Gratis atau Dana Pelajar: Mana yang Lebih Tepat?](https://image.idntimes.com/post/20260408/whatsapp-image-2026-04-08-at-09_69421cbe-6c1d-42aa-97c8-168df448bd22.jpeg)
![[OPINI] Analisis Kebijakan Pertahanan Indonesia dari Ancaman Maritim](https://image.idntimes.com/post/20260327/kri-brawijaya-320_d852154c-499d-4476-afaf-cb45bef97181.jpg)



![[OPINI] Kenapa Tulisan yang Ditulis Sendiri Sering Dibilang Buatan AI?](https://image.idntimes.com/post/20260123/alasan-gak-semua-hal-layak-ditulis-menulis-berlebihan_d71a7bb9-f249-48fb-be75-26f38e13ac2f.jpeg)

![[OPINI] Relasi Epstein-Chomsky, dan Integritas Intelektual Kiri](https://image.idntimes.com/post/20260204/efta00003652-0_3909c293-079d-4870-ba54-8c60af9ef07b.jpg)


