Tren horor masa kini yang sering menyertakan karakter pria incel (terpaksa melajang) dan misogini layak diulik. Mereka secara tak langsung menampakkan realitas suram yang harus dilalui perempuan, terutama ketika harus berhadapan ideologi patriarki yang masih mendominasi tatanan masyarakat kita. Film-film seperti The Witch (2016), The Love Witch (2016), Midsommar (2019), Fresh (2022), The Substance (2024), Companion (2025), dan Obsession (2026) jadi beberapa contoh yang dimaksud. Bahkan, film-film lawas, seperti Jennifer’s Body (2009), Possession (1981), May (2002), dan Carrie (1976), kembali terangkat serta jadi bahan diskursus isu feminisme.
Sebaliknya, film-film romantis yang dahulu dianggap sebagai tontonan favorit perempuan justru kini dilihat dari kacamata yang berbeda. Terbukti film-film rom com, seperti Pretty Woman (1990), Sixteen Candles (1984), There dan You've Got Mail (1998), kini kehilangan magis alias menua dengan tak elegan. Mengapa ini terjadi?
![[OPINI] Film Horor Lebih Memahami Perempuan ketimbang Film Romantis](https://image.idntimes.com/post/20260715/may-1200-1200-675-675-crop-000000_961e7f56-41fb-49a5-8fe2-8ef225507140.jpg)