Di sebuah pulau terpencil bernama Socotra yang terletak di Samudra Hindia bagian Yaman, tumbuh satu flora purba legendaris yang memiliki bentuk menyerupai payung terbalik. Tumbuhan ini dikenal dunia sebagai pohon dragon's blood atau Dracaena cinnabari. Keberadaannya telah menghiasi lanskap berbatu pulau tersebut sejak jutaan tahun lalu, memikat perhatian para ilmuwan karena visualnya yang sangat tidak biasa dan terkesan surealis bagaikan tumbuh di planet lain.
Alasan utama tumbuhan ini begitu masyhur terletak pada getah merah pekat yang mengalir deras dari batang atau dahan ketika terluka. Fenomena unik tersebut tidak hanya menjadikannya ikon wisata global, tetapi juga bahan baku berharga untuk obat tradisional hingga pewarna alami yang bernilai tinggi. Meski menyimpan sejuta keajaiban, keberlangsungan hidup vegetasi eksotis ini kini kian mengkhawatirkan akibat himpitan perubahan iklim global dan maraknya aktivitas penggembalaan liar.
