Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan yang Warna Bulunya Berubah Mengikuti Musim, Bentuk Adaptasi!
ilustrasi kelinci salju (unsplash.com/Leo Visions)
  • Sejumlah hewan mengubah warna bulu mengikuti musim sebagai adaptasi untuk kamuflase, menjaga suhu tubuh, serta mengurangi risiko terlihat predator atau mangsa.
  • Kelinci salju, rubah Arktik, dan cerpelai ekor pendek berwarna coklat atau abu-abu saat musim panas, lalu cenderung putih ketika lingkungan tertutup salju.
  • Ptarmigan turut memutihkan bulunya saat musim dingin; bulu kaki yang lebih lebat membantu menjaga kehangatan dan berjalan di atas salju.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Alam telah membekali banyak hewan dengan berbagai kemampuan adaptasi yang bisa membantu mereka bertahan hidup di kondisi lingkungan yang terus mengalami perubahan. Salah satu bentuk adaptasi yang paling menarik adalah kemampuan beberapa spesies untuk bisa mengubah warna bulunya sesuai dengan pergantian musim, khususnya yang terjadi pada saat musim panas dan musim dingin.

Perubahan warna bulu sebetulnya bukan hanya sekadar membuat penampilan hewan menjadi berbeda, melainkan memiliki fungsi penting untuk meningkatkan peluang dalam bertahan hidup di alam bebas. Adaptasi ini bisa membantu mereka untuk berkamuflase, mengatur suhu tubuh, hingga mengurangi risiko terlihat oleh predator atau mangsa di habitatnya.

1. Kelinci salju

ilustrasi kelinci salju (unsplash.com/Thomas Lipke)

Kelinci salju merupakan salah satu contoh paling terkenal dari hewan yang mengalami perubahan warna bulu secara musiman. Pada saat musim panas tiba, bulunya didominasi oleh warna coklat atau abu-abu agar nantinya menyatu dengan tanah, bebatuan, hingga vegetasi yang ada di sekitarnya.

Pada saat musim dingin tiba, bulu yang dimiliki kelinci salju nantinya akan berganti menjadi warna putih, sehingga tubuhnya akan sulit dibedakan dengan hamparan salju yang luas. Perubahan ini sebetulnya bisa dipicu oleh perubahan panjang pada waktu siang dan malam yang pada akhirnya akan mempengaruhi produksi hormon di dalam tubuh kelinci.

2. Rubah Arktik

ilustrasi rubah (unsplash.com/Amanda Frank)

Rubah Arktik biasa hidup di wilayah kutub yang memang kerap mengalami perubahan lingkungan yang cukup drastis sepanjang tahunnya. Pada musim panas, bulu yang dimiliki rubah tersebut akan berwarna coklat atau abu-abu agar dapat sesuai dengan lanskap tundra yang mulai dipenuhi oleh bebatuan dan juga tumbuhan.

Berbeda pada saat musim dingin tiba karena rubah Arktik akan memiliki bulu yang lebih tebal dan rapat jika dibandingkan pada saat musim panas. Lapisan ini juga dapat membantu dalam mengurangi kehilangan panas tubuh pada saat suhu mulai turun hingga jauh di bawah titik beku, sehingga inilah yang membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan kutub.

3. Cerpelai ekor pendek

ilustrasi cerpelai ekor pendek (unsplash.com/Erik Karits)

Cerpelai ekor pendek ternyata merupakan predator kecil yang banyak ditemukan di belahan Bumi utara. Selama musim panas tiba, tubuhnya akan diselimuti oleh bulu berwarna coklat dengan bagian bawah berwarna putih, sehingga justru akan terlihat mudah menyatu dengan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya.

Berbeda pada saat musim dingin tiba, sebab sebagian besar tubuhnya justru diselimuti oleh bulu yang berubah menjadi warna putih, sementara ujung ekornya tetap berwarna hitam. Perubahan ini sebetulnya dapat memberikan keuntungan besar pada saat berburu atau menghindari predator karena warna putih membuat cerpelai lebih sulit terlihat di atas salju, serta mudah untuk mendapatkan mangsanya tanpa khawatir terdeteksi.

4. Ptarmigan

ilustrasi ptarmigan (unsplash.com/Sacha Bois)

Ptarmigan merupakan burung yang hidup di daerah pegunungan dan juga wilayah Arktik dengan kondisi musim yang ternyata sangatlah berbeda. Pada saat musim panas, bulunya akan didominasi oleh warna coklat, abu-abu, dan bercorak untuk bisa menyatu dengan bebatuan, tanah, dan juga vegetasi yang ada di sekitarnya.

Berbeda pada saat mulai memasuki musim dingin karena hampir seluruh bulunya akan berubah menjadi warna putih, sehingga sulit terlihat di tengah hamparan salju. Tidak hanya bulu tubuh, namun bagian kaki dari ptarmigan juga ditumbuhi bulu yang lebih lebat selama musim dingin tiba, sehingga ini akan memberikan adaptasi efektif untuk menjaga suhu tubuh dan memudahkan burung tersebut untuk berjalan di atas permukaan salju tanpa tenggelam.

Perubahan warna bulu pada beberapa hewan di atas sebetulnya menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan hewan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Adaptasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kamuflase, namun juga membantu untuk menjaga suhu tubuh agar dapat meningkatkan peluang bertahan hidup. Fenomena ini menjadi bukti bahwa evolusi sudah membentuk berbagai strategi unik agar spesies bisa terus bertahan di alam bebas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article