Meski cukup populer di kalangan pencinta tanaman, tidak sedikit orang yang hanya mengenalnya dari luar tanpa mengetahui keunikan yang dimilikinya. Padahal, ada banyak hal menarik tentang tanaman ini yang membuatnya semakin istimewa. Yuk, simak lima fakta uniknya berikut ini.
5 Fakta String of Pearls, Sukulen Berdaun Bulat Asal Afrika Selatan

- String of pearls atau Curio rowleyanus dijuluki kalung mutiara karena daun bulatnya berderet pada batang menjuntai; nama lamanya, Senecio rowleyanus, masih digunakan dalam literatur dan perdagangan.
- Sukulen asal Eastern Cape, Afrika Selatan, ini beradaptasi di lingkungan kering melalui daun penyimpan air berbentuk bulat dan leaf window yang membantu cahaya mencapai jaringan fotosintesis.
- Tanaman ini mudah berkembang biak ketika ruas batang menyentuh media dan menumbuhkan akar; bunganya putih menyerupai aster, beraroma rempah manis, lalu menghasilkan biji berambut halus yang terbawa angin.
String of pearls (Curio rowleyanus) merupakan tanaman sukulen yang mudah dikenali berkat untaian daunnya yang bulat. Bentuknya yang unik membuat tanaman ini menjadi salah satu sukulen favorit sebagai tanaman hias gantung.
1. Dijuluki "Kalung Mutiara" karena bentuk daunnya

Melihat fisiknya, tidak sulit memahami mengapa tanaman ini dijuluki string of pearls atau untaian mutiara. Julukan tersebut berasal dari daun-daunnya yang berbentuk bulat dan tumbuh berderet di sepanjang batang yang menjuntai, sehingga tampak seperti untaian kalung mutiara berwarna hijau.
Dalam dunia botani, tanaman ini memiliki nama ilmiah Curio rowleyanus. Nama spesies rowleyanus diambil dari nama ahli botani asal Inggris, Gordon Rowley. Sebelumnya, tanaman ini dikenal sebagai Senecio rowleyanus karena pernah dimasukkan ke dalam genus Senecio. Meski nama ilmiahnya telah berubah, nama Senecio rowleyanus masih sering digunakan dalam berbagai literatur dan perdagangan tanaman hias.
2. Berasal dari daerah kering di Afrika Selatan

String of pearls berasal dari wilayah Afrika Selatan yang beriklim kering, terutama di kawasan Eastern Cape. Di habitat alaminya, tanaman ini tumbuh di daerah bercurah hujan rendah, seperti lereng berbatu dan lahan gersang. Tanaman ini juga sering ditemukan tumbuh di sela-sela bebatuan atau di bawah semak untuk mengurangi paparan sinar matahari yang terlalu terik.
Berbeda dengan tampilannya saat dijadikan tanaman hias pot gantung, batang string of pearls sebenarnya tumbuh menjalar di atas permukaan tanah di alam liar. Namun, ketika ditanam di dalam pot, batangnya tidak lagi memiliki permukaan untuk menjalar. Akibatnya, batang-batang lemas tersebut akan tumbuh menjuntai ke bawah mengikuti bentuk pot.
3. Daun bulatnya adalah strategi bertahan hidup

Bentuk daun string of pearls yang bulat ternyata bukan hanya membuat tampilannya terlihat unik. Sebagai tanaman sukulen, daun ini berfungsi menyimpan cadangan air sehingga tanaman dapat bertahan saat kondisi lingkungan sedang kering. Selain itu, bentuknya yang bulat juga membantu mengurangi luas permukaan daun yang terkena udara, sehingga penguapan air menjadi lebih sedikit.
Menariknya, setiap daun memiliki bagian tipis yang agak transparan di salah satu sisinya. Bagian ini disebut leaf window atau "jendela daun", yang membantu cahaya matahari masuk ke jaringan di dalam daun tempat fotosintesis berlangsung. Berkat adaptasi ini, tanaman tetap bisa memperoleh cahaya yang dibutuhkan meskipun permukaan daunnya terbatas.
4. Mudah berkembang biak dari batangnya

String of pearls memiliki kemampuan berkembang secara alami melalui batangnya. Setiap ruas pada batang dapat menumbuhkan akar baru saat menyentuh tanah atau media tanam. Kemampuan ini membuat tanaman terus tumbuh dan membentuk tanaman baru tanpa memerlukan proses yang rumit.
Di habitat alaminya, cara tumbuh seperti ini membantu string of pearls menyebar hingga membentuk hamparan yang rapat di permukaan tanah. Karakteristik yang sama juga membuat tanaman ini cepat terlihat rimbun saat ditanam di dalam pot. Ketika batangnya terus memanjang dan menyentuh media tanam, akar baru akan tumbuh, lalu diikuti pertumbuhan batang baru yang membuat tampilannya semakin lebat.
5. Bunganya kecil, tetapi aromanya unik

Meskipun lebih dikenal karena daunnya yang unik, string of pearls juga menghasilkan bunga-bunga kecil. Bunganya berwarna putih dan bentuknya menyerupai bunga aster, dengan benang sari panjang yang mencolok. Tak hanya cantik, bunga ini juga memiliki aroma khas yang sering digambarkan mirip kayu manis, cengkih, atau campuran rempah manis.
Setelah bunganya layu, string of pearls akan menghasilkan biji-biji kecil yang dilengkapi rambut halus berwarna putih (pappus). Rambut halus ini membantu biji terbawa angin sehingga dapat menyebar ke tempat lain. Dengan cara tersebut, tanaman ini dapat memperluas persebarannya secara alami.
Bentuknya yang menyerupai untaian mutiara memang menjadi daya tarik utama string of pearls. Namun, berbagai fakta tentang tanaman ini menunjukkan bahwa setiap bagiannya memiliki fungsi yang menarik. Kombinasi itulah yang membuat string of pearls dapat menarik perhatian, baik sebagai tanaman hias maupun sebagai salah satu sukulen yang penuh keunikan.


















![[QUIZ] Dari Jenis Lapisan Bumi yang Kamu Pilih, Ini Cara Kamu Menjaga Diri](https://image.idntimes.com/post/20250325/13374401-jgfm-ysyy-210214-2-2-097bb1575dfbb9113f53dc51ed222913-df58ad69c6b697331651bf8586f1a988.jpg)
