Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Daftar Provinsi Paling Rawan Kebakaran Hutan di Indonesia, Waspada!
Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/RO Kazui)
  • Luas karhutla nasional Januari–Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare, sementara angkanya berubah dalam beberapa tahun terakhir: 1,16 juta hektare pada 2023, lalu 376.805 pada 2024 dan 359.619 pada 2025.
  • Kalimantan Barat mencatat area terbakar terbesar, 28.680,47 hektare, diikuti Riau 15.477,95 hektare dan Nusa Tenggara Timur 10.538,30 hektare hingga Juni 2026.
  • Maluku mencatat 7.091,07 hektare dan Papua Selatan 6.281,81 hektare; pemantauan serta pengendalian karhutla terus dilakukan karena luas kebakaran dapat berubah antartahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menjadi persoalan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Data Kementerian Kehutanan menunjukkan luas karhutla nasional pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa risiko kebakaran masih perlu mendapat perhatian, terutama di wilayah dengan luasan kebakaran yang tinggi.

Kondisi karhutla dapat berubah dari tahun ke tahun karena dipengaruhi oleh kondisi iklim dan karakter wilayah yang berbeda. Pada 2023, misalnya, luas karhutla nasional mencapai sekitar 1,16 juta hektare sebelum turun menjadi sekitar 376.805 hektare pada 2024 dan 359.619 hektare pada 2025. Berdasarkan data terbaru yang tersedia hingga Juni 2026, berikut lima provinsi dengan luas karhutla terbesar di Indonesia.

1. Kalimantan Barat

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Caleb Cook)

Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar pada periode Januari hingga Juni 2026. Kementerian Kehutanan mencatat luas areal yang terbakar mencapai 28.680,47 hektare. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lain pada periode yang sama.

Kondisi tersebut juga terlihat sejak awal tahun karena Kalimantan Barat telah mencatat luas karhutla sebesar 25.420,73 hektare hingga akhir Maret 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kemudian menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Upaya yang dilakukan mencakup pemantauan hotspot, patroli, edukasi masyarakat, operasi modifikasi cuaca, serta penyediaan sarana pendukung.

2. Riau

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Олег Мороз)

Riau menempati posisi kedua berdasarkan luas karhutla pada Januari hingga Juni 2026. Kementerian Kehutanan mencatat luas areal terbakar di provinsi tersebut mencapai 15.477,95 hektare. Riau juga termasuk wilayah dengan perhatian khusus dalam pengendalian karhutla karena luas kebakaran yang cukup besar pada periode tersebut.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, luas karhutla di Riau telah mencapai 8.555,37 hektare. Data Kementerian Kehutanan juga mencatat bahwa pada Maret 2026 saja, Riau memiliki perkiraan luas areal terbakar sebesar 8.858,87 hektare. Kondisi ini membuat Riau kembali menjadi salah satu wilayah utama dalam upaya mitigasi dan pengendalian karhutla pada 2026.

3. Nusa Tenggara Timur

Ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Vladyslav Dukhin)

Nusa Tenggara Timur berada di posisi ketiga dengan luas karhutla mencapai 10.538,30 hektare pada periode Januari hingga Juni 2026. Provinsi ini juga memiliki catatan luas kebakaran yang besar pada tahun sebelumnya. Pada 2024, Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi dengan luas karhutla tertinggi di Indonesia dengan sekitar 113 ribu hektare.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Timur beberapa kali masuk dalam daftar wilayah dengan luas karhutla yang tinggi. Pada Januari hingga Mei 2025, misalnya, provinsi ini mencatat luas terbakar sekitar 1.424 hektare dan menjadi yang tertinggi secara nasional pada periode tersebut. Data tersebut memperlihatkan bahwa Nusa Tenggara Timur tetap menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian.

4. Maluku

Ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Deep Rajwar)

Maluku menempati posisi keempat dalam data terbaru hingga Juni 2026. Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla di provinsi tersebut mencapai 7.091,07 hektare sepanjang Januari hingga Juni. Posisi tersebut menempatkan Maluku di bawah Nusa Tenggara Timur dan di atas Papua Selatan dalam daftar lima provinsi dengan luas karhutla terbesar.

Data tersebut menggambarkan kondisi pada periode Januari hingga Juni 2026 sehingga belum menggambarkan keseluruhan kejadian karhutla sepanjang tahun. Kementerian Kehutanan sendiri menyebut luas karhutla nasional masih mengalami perkembangan selama 2026. Pemantauan dan pengendalian tetap dilakukan di berbagai wilayah rawan seiring berlangsungnya musim kemarau.

5. Papua Selatan

Ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Suyash Batra)

Papua Selatan berada di urutan kelima dengan luas karhutla sebesar 6.281,81 hektare pada Januari hingga Juni 2026. Provinsi ini juga masuk dalam tiga besar wilayah dengan luas karhutla terbesar pada 2024. Pada tahun tersebut, luas karhutla Papua Selatan tercatat sekitar 27 ribu hektare.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Papua Selatan tidak hanya muncul dalam data karhutla terbaru, tetapi juga memiliki luasan kebakaran yang cukup besar pada periode sebelumnya. Data Kementerian Kehutanan mencatat Papua Selatan berada setelah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dalam daftar provinsi dengan luas karhutla terbesar pada 2024. Perbedaan angka antarperiode menunjukkan bahwa luas karhutla dapat berubah cukup besar dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Kelima provinsi tersebut merupakan wilayah dengan luas karhutla terbesar berdasarkan data Kementerian Kehutanan hingga Juni 2026. Kalimantan Barat berada di urutan pertama, disusul Riau, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan. Data tersebut juga menunjukkan bahwa wilayah dengan karhutla tinggi dapat berubah dari tahun ke tahun sehingga pemantauan dan pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article