Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Craco, Kota Hantu di Italia yang Berdiri di Atas Bukit

4 min read
5 Fakta Craco, Kota Hantu di Italia yang Berdiri di Atas Bukit
Craco, Italia (commons.wikimedia.org/Maurizio Moro5153)
  • Craco di Basilicata, Italia selatan, mulai dihuni bangsa Yunani pada abad ke-8 SM sebagai pelarian dari malaria di dataran rendah berawa.
  • Saat masih berkembang, Craco mengandalkan pertanian gandum hingga dijuluki kota gandum; tiga bulir gandum juga tercantum dalam lambang kotanya.
  • Longsor, gempa, dan banjir memicu evakuasi warga sejak 1960-an hingga kota kosong pada 1980-an; kini kawasan dikunjungi lewat tur resmi berpemandu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Craco merupakan kota tua di Provinsi Matera, Basilicata, Italia selatan, yang kini sudah tidak lagi dihuni. Kota ini berada di atas bukit dengan bangunan-bangunan batu yang masih berdiri hingga sekarang. Kondisi tersebut membuat Craco dikenal sebagai salah satu kota hantu di Italia.

Sebelum ditinggalkan, Craco pernah menjadi permukiman yang berkembang dengan pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat. Longsor, gempa bumi, dan banjir kemudian membuat warga harus meninggalkan kawasan tersebut. Yuk, simak lima fakta tentang Craco dan sejarah kota tua ini!

  1. 1. Pelarian warga dari ancaman malaria

    Craco, Italia
    Craco, Italia (commons.wikimedia.org/Wallora)

    Pemukiman di kawasan Craco mulai berkembang ketika masyarakat mencari tempat tinggal yang lebih aman dari penyakit yang banyak menyerang wilayah dataran rendah. Dilansir laman Architectural Diges, kawasan ini mulai dihuni pada abad ke-8 Sebelum Masehi oleh bangsa Yunani yang melarikan diri dari wabah malaria di daerah dataran rendah yang berawa. Posisi Craco yang lebih tinggi membuat kawasan tersebut berada jauh dari area rawa.

    Letak di atas bukit juga memberikan keuntungan lain bagi masyarakat yang tinggal di sana. Dari kawasan yang tinggi, mereka dapat mengawasi wilayah sekitar dan melihat pergerakan dari kejauhan. Pemukiman tersebut kemudian terus berkembang dan dihuni selama berabad-abad hingga akhirnya mengalami perubahan besar akibat kondisi tanah yang tidak stabil.

  2. 2. Dikenal sebagai kota penghasil gandum

    Craco, Italia
    Craco, Italia (commons.wikimedia.org/Giuseppe Milo)

    Pertanian menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Craco ketika kota ini masih dihuni. Dilansir laman Visit Italy, kawasan perbukitan di sekitar kota dahulu memiliki lahan yang cocok untuk menanam gandum. Produksi gandum yang besar membuat Craco mendapat julukan sebagai kota gandum. Hasil pertanian tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat.

    Gandum juga tercantum dalam lambang kota yang menampilkan tiga bulir gandum yang digenggam oleh sebuah lengan manusia. Tanaman tersebut berkaitan erat dengan kegiatan pertanian yang berlangsung di kawasan Craco. Lahan di sekitar bukit digunakan untuk menghasilkan bahan pangan bagi masyarakat yang tinggal di kota tersebut.

  3. 3. Warga dievakuasi akibat kondisi tanah yang tidak stabil

    Craco, Italia tahun 1960
    Craco, Italia tahun 1960 (commons.wikimedia.org/Unknown author)

    Kondisi Craco mulai berubah ketika tanah di kawasan bukit mengalami pergerakan. Dilansir laman Atlas Obscura, longsor besar merusak sejumlah bagian permukiman dan membuat warga mulai meninggalkan rumah mereka secara bertahap. Proses perpindahan warga mulai berlangsung pada 1960-an setelah berbagai bagian kota terdampak pergerakan tanah.

    Masalah di Craco kemudian semakin besar karena kawasan ini juga mengalami gempa bumi dan banjir. Rangkaian bencana tersebut membuat permukiman semakin berisiko untuk ditempati. Pemerintah akhirnya melakukan evakuasi hingga seluruh warga meninggalkan Craco pada 1980-an, sementara rumah dan bangunan yang tersisa berada dalam kondisi kosong di atas bukit.

  4. 4. Bangunan tua dimanfaatkan sebagai museum

    Craco, Italia
    Craco, Italia (commons.wikimedia.org/Lutz Maertens)

    Meski sudah tidak dihuni, beberapa bangunan bersejarah di Craco masih dipertahankan. Dilansir laman World Monuments Fund, bekas Biara San Pietro yang berasal dari abad ke-17 selamat dari dampak longsor dan kini menjadi bagian dari kompleks Parco Museale Scenografico di Craco. Bangunan tersebut termasuk bagian dari kawasan tua yang masih dapat dilihat hingga sekarang.

    Bangunan bekas biara kemudian digunakan sebagai Emotional Museum of Craco. Museum ini menyimpan berbagai dokumentasi mengenai sejarah kota, termasuk foto serta proses pembuatan sejumlah film Hollywood yang mengambil lokasi di Craco. Beberapa bagian bangunan tua juga telah melalui proses renovasi sehingga dapat digunakan sebagai ruang museum.

  5. 5. Aturan eksplorasi bagi para wisatawan

    Craco, Italia
    Craco, Italia (commons.wikimedia.org/Maurizio Moro5153)

    Kawasan kota tua Craco dapat dikunjungi, tetapi ada aturan yang harus dipatuhi selama berada di dalam area tersebut. Merujuk kembali pada laman Visit Italy, wisatawan yang ingin menjelajahi kota tua wajib mengikuti tur resmi berdurasi sekitar satu setengah jam bersama pemandu lokal. Rute yang dilewati juga sudah ditentukan sesuai kondisi kawasan.

    Pengunjung diwajibkan memakai helm pelindung dan pakaian yang sesuai untuk kegiatan luar ruangan. Beberapa jalur telah diperkuat dengan struktur penyangga baja, sementara akses ke bagian tertentu dibatasi oleh pengelola. Tur berlangsung di area kota tua dengan jalan berbatu dan bangunan lama yang berada di atas lereng bukit.

    Hingga kini, bangunan tua dan jalan berbatu masih memenuhi kawasan Craco yang berada di atas bukit. Kota yang dulu dihuni masyarakat ini sekarang lebih banyak menyisakan rumah-rumah kosong dan bangunan lama, sehingga dikenal sebagai kota hantu di Italia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More