Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Common Star of Bethlehem, Bunga Bintang yang Menyimpan Racun

4 min read
5 Fakta Common Star of Bethlehem, Bunga Bintang yang Menyimpan Racun
bunga ornithogalum umbellatum (commons.wikimedia.org/H. Zell)
  • Common Star-of-Bethlehem adalah tanaman berumbi asal Eropa dari famili Asparagaceae, berciri bunga putih berbentuk bintang dengan enam tepal dan garis hijau di bagian luar.
  • Bunganya membuka saat mendapat sinar matahari lalu menutup ketika cahaya berkurang; setelah berbunga beberapa minggu, daun menguning dan tanaman dorman melalui umbi bawah tanah.
  • Tanaman ini menyebar lewat umbi kecil hingga dapat menjadi pengganggu, sementara seluruh bagiannya mengandung racun yang berisiko memicu gangguan pencernaan dan jantung bila tertelan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Common Star-of-Bethlehem (Ornithogalum umbellatum) merupakan tanaman berbunga yang mudah dikenali dari bunga putihnya yang memiliki bentuk menyerupai bintang. Tanaman ini termasuk famili Asparagaceae dan merupakan tumbuhan berumbi yang berasal dari kawasan Eropa. Kini, spesies tersebut juga telah diperkenalkan ke berbagai wilayah di luar daerah asalnya dan dapat ditemukan sebagai tanaman taman maupun tumbuhan yang tumbuh liar.

Meskipun bunganya terlihat cantik dan sederhana, Common Star-of-Bethlehem memiliki sejumlah karakter yang cukup menarik. Bunganya dapat membuka ketika terkena sinar matahari dan kembali menutup ketika cahaya berkurang, sementara bagian bawah tanahnya menyimpan umbi yang memungkinkan tanaman bertahan dari satu musim berikutnya. Yuk, kita telusuri lima fakta Common Star-of-Bethlehem, bunga bintang yang menyimpan racun ini!

  1. 1. Memiliki bunga putih berbentuk bintang

    Bunga Ornithogalum umbellatum
    bunga ornithogalum umbellatum (inaturalist.org/Heiko Hammerschmidt)

    Ciri paling mencolok dari Common Star-of-Bethlehem adalah bunganya yang berbentuk seperti bintang. North Carolina Extension Garderner menyebutkan bahwa setiap bunga umumnya memiliki enam tepal berwarna putih dengan bagian luar yang memiliki garis hijau, sehingga memberikan pola kontras ketika bunga dilihat dari samping. Bunganya muncul dalam kelompok pada ujung tangkai yang tumbuh dari bagian tengah tanaman.

    Tanaman ini juga memiliki daun yang bentuknya cukup khas. Daunnya memanjang, sempit, berwarna hijau, dan biasanya tumbuh membentuk roset dari bagian pangkal tanaman. Pada beberapa tanaman, bagian tengah daun dapat terlihat memiliki garis putih, sehingga penampilannya tetap mudah dikenali bahkan ketika bunga belum muncul.

  2. 2. Bunganya membuka saat terkena cahaya matahari

    Bunga Ornithogalum umbellatum
    bunga ornithogalum umbellatum (inaturalist.org/Ruth Ripley)

    Salah satu perilaku menarik Common Star-of-Bethlehem terlihat dari bunga-bunganya yang responsif terhadap kondisi cahaya. Dilansir Flora of Pennsylvania, bunga biasanya membuka pada pagi atau ketika mendapatkan sinar matahari yang cukup, kemudian menutup kembali ketika matahari mulai terbenam. Ketika cuaca mendung, bunga juga dapat tetap tertutup sehingga tanaman terlihat berbeda antara pagi yang cerah dan kondisi dengan cahaya rendah.

    Perilaku tersebut membuat bunga Common Star-of-Bethlehem seolah-olah memiliki waktu aktif tertentu dalam sehari. Bunga-bunganya juga tidak bertahan dalam kondisi mekar terus-menerus karena periode pembungaan relatif singkat, umumnya berlangsung sekitar beberapa minggu pada akhir musim semi. Setelah masa berbunga selesai, bagian daun perlahan menguning dan tanaman memasuki fase dorman.

  3. 3. Tumbuh dari umbi yang berada di dalam tanah

    Bunga Ornithogalum umbellatum
    bunga ornithogalum umbellatum (inaturalist.org/Rafi Amar)

    Common Star-of-Bethlehem merupakan tumbuhan tahunan yang memiliki organ penyimpanan berupa umbi di bawah permukaan tanah. Mengutip Utah State University, umbi tersebut memungkinkan tanaman bertahan ketika bagian atasnya mengalami dormansi setelah musim berbunga berakhir. Ketika kondisi kembali sesuai, daun baru akan muncul dari umbi dan siklus pertumbuhan tanaman kembali berlangsung.

    Keberadaan umbi juga membuat tanaman ini tidak selalu terlihat sepanjang tahun. Setelah berbunga, dedaunannya dapat menghilang pada pertengahan hingga akhir musim panas sehingga tanaman tampak seolah-olah sudah tidak ada. Namun, bagian umbi tetap berada di dalam tanah dan dapat kembali menghasilkan pertumbuhan baru pada musim berikutnya.

  4. 4. Dapat menyebar melalui umbi-umbi kecil

    Bunga Ornithogalum umbellatum
    bunga ornithogalum umbellatum (inaturalist.org/Александр Жуковский)

    Selain bertahan melalui satu umbi utama, Common Star-of-Bethlehem dapat memperbanyak diri dengan menghasilkan umbi baru atau bulblets. Dilansir Plants of the World Online, umbi-umbi kecil tersebut dapat berkembang menjadi tanaman baru sehingga populasi tanaman dapat bertambah dari tahun ke tahun. Cara berkembang biak secara vegetatif ini menjadi salah satu alasan tanaman dapat membentuk kelompok yang cukup rapat.

    Kemampuan tersebut juga membuat tanaman ini juga dapat menjadi sulit dikendalikan ketika tumbuh di tempat yang tidak diinginkan. Di sejumlah wilayah tempat spesies ini diperkenalkan, Common Star-of-Bethlehem dapat keluar dari area budidaya dan berkembang menjadi tumbuhan pengganggu di halaman atau padang rumput. Common Star-of-Bethlehem memiliki daerah asal di Eropa tetapi telah diperkenalkan ke banyak wilayah lain di dunia.

  5. 5. Mengandung senyawa yang beracun

    Bunga Ornithogalum umbellatum
    bunga ornithogalum umbellatum (inaturalist.org/alenaelochkina)

    Di balik bunga putihnya yang cantik, Common Star-of-Bethlehem merupakan tanaman yang mengandung senyawa beracun. Seluruh bagian tanaman dilaporkan mengandung zat toksik, dengan umbi termasuk bagian yang sangat perlu diwaspadai. Beberapa sumber mengaitkan toksisitasnya dengan senyawa seperti cardiac glycosides, termasuk convallatoxin dan convalloside.

    Jika tanaman ini tertelan, terutama dalam jumlah tertentu, dapat muncul gangguan seperti sakit perut, mual, muntah, atau diare. Paparan dalam jumlah lebih besar juga dapat menimbulkan gangguan yang lebih serius, termasuk masalah pada sistem jantung, sehingga tanaman ini tidak boleh dianggap aman hanya karena sering ditanam sebagai tanaman hias. Karena itu, Common Star-of-Bethlehem sebaiknya tidak dikonsumsi dan perlu dijauhkan dari anak-anak maupun hewan peliharaan.

    Common Star-of-Bethlehem merupakan tanaman berumbi dengan bunga putih berbentuk bintang yang memiliki sejumlah karakter unik, mulai dari kemampuannya membuka bunga saat terkena cahaya hingga cara berkembang biak melalui umbi-umbi kecil. Tanaman ini juga dapat membentuk kelompok yang cukup rapat bahkan menjadi tumbuhan pengganggu di beberapa wilayah di luar daerah asalnya. Di balik penampilannya yang cantik, kandungan senyawa beracun membuat Common Star-of-Bethlehem menjadi tanaman yang menarik untuk dikenali sekaligus perlu diperlakukan dengan hati-hati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More